Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Ratusan Massa Tolak Munas Kocar Kacir Diusir Pecalang
BERITABALI.COM, BADUNG.
Sebanyak 20 bus yang mengangkut ratusan massa yang berniat menolak Musyawarah Nasional (Munas) IX Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, lari kocar kacir diusir pecalang atau keamanan desa adat di Bali.
Ratusan massa yang menggunakan sekira 20 bus itu awalnya berkumpul di Lapangan Lagun Nusa Dua yang tak jauh dari areal pelaksanaan Munas Partai Golkar.
Mereka awalnya berusaha untuk menerobos masuk lingkungan International Tourism Development Centre (ITDC). Barisan massa itu pun akhirnya dihadang pihak kepolisian yang dipimpin langsung Kapolresta Denpasar, Komisaris Besar Djoko Heru Utomo.
Ketika ditanya Kapolresta terkait kehadiran mereka, seorang perwakilan massa beralasan bahwa kehadirannya ingin melihat berlangsungnya Munas.
"Saya ke sini ingin melihat Munas. Kenapa kita dilarang. ," ujar massa berbadan kekar, kepada Kapolresta, Minggu 30 November 2014.
Bahkan, satu di antara massa berteriak mengajak rekan mereka untuk menerobos masuk ke areal Munas Golkar di ITDC. "Mari masuk. Kita ini laki-laki masak takut," teriak nya.
Kapolresta menyatakan jika tujuan ratusa massa ini tidak jelas. "Tidak jelas tujuannya. Kalau ingin demo, tidak ada pemberitahuan kepada kami," kata Djoko.
Massa yang tak menghiraukan Kapolresta, justru berjalan merangsek masuk, namun akhirnya dicegah para pecalang dan mengusir mereka. Melihat pecalang bersenjata keris, ratusan massa yang ketakutan akhirnya lari kocar kacir.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 829 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 752 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 630 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 389 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 340 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun