Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Ratusan Siswa Perempuan Iran Diracun Agar Tak Bisa Sekolah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Ratusan siswa perempuan di Iran diracun dalam beberapa bulan belakangan, diduga agar mereka tak bisa ke sekolah. Wakil Menteri Kesehatan Iran, Younes Panahi, meyakini para siswi itu diracun karena sejumlah pihak ingin sekolah-sekolah khusus perempuan ditutup.
"Setelah sejumlah kasus keracunan siswa di sekolah-sekolah di Qom, ditemukan bahwa sejumlah orang ingin semua sekolah, terutama sekolah perempuan, ditutup," ujar Panahi kepada IRNA, Selasa (28/2).
Menurutnya, bahan yang digunakan untuk meracun para siswa itu bukan zat kimia perang dan sebagian besar kasus masih bisa diobati.
Berdasarkan laporan sejumlah media lokal Iran, kasus keracunan itu tak hanya terjadi di Qom, tapi juga sejumlah kota lainnya, seperti Teheran dan Boroujerd.
Seorang anggota parlemen di komite pendidikan parlemen Iran, Ali Reza Monadi, menyebut keracunan ini disengaja.
"Keberadaan keinginan jahat untuk mencegah anak perempuan mendapatkan edukasi merupakan bahaya serius dan ini dianggap sebagai kabar buruk," ucapnya.
Akibat serangkaian kasus keracunan ini, sejumlah orang tua melarang anaknya ke sekolah. Situs berita Shargh mengabarkan bahwa pada akhirnya, sejumlah sekolah memang ditutup.
Seorang guru di Qom mengatakan kepada Radio Farda bahwa dari total 250 siswa di sekolahnya, hanya 50 orang yang kini masih datang untuk belajar.
Associated Press melaporkan bahwa kasus keracunan ini sebenarnya sudah mengguncang sejak November tahun lalu, tapi pemerintah tak pernah mengakui.
Mereka baru buka suara setelah kekhawatiran meluas beberapa pekan terakhir. Pekan lalu, para orang tua siswi bahkan berdemonstrasi di depan kantor gubernur Qom untuk meminta kejelasan.
Beberapa pihak menduga sejumlah pihak sengaja meracun para siswa sebagai balasan karena memprotes aturan wajib hijab.
"Menurut saya, serangan kimia ini merupakan balas dendam oleh Iran terhadap perempuan berani yang menolak wajib hijab dan mengguncang Tembok Berlin dari [Ayatollah Ali] Khamenei," ucap aktivis HAM Iran, Masih Alinejad, kepada The Guardian.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4475 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2284 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1811 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1576 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1021 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun