Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Ratusan Yacht dari 19 Negara Bakal Kumpul di Lovina
BERITABALI.COM, BULELENG.
Ratusan yacht atau kapal kecil dari 19 negara akan berkumpul di kawasan Pantai Bina Ria kawasan wisata Lovina, Kabupaten Buleleng, Bali, 22 - 25 September mendatang dalam ajang Sail Indonesia 2010.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Buleleng, Putu Tastra Wijaya, menyatakan, hingga saat ini beberapa negara sudah menyatakan kepastian ikut dalam ajang ini.
Negara-negara yang sudah mengkonfirmasi kehadirannya antara lain Norwegia, Argentina, Italia, Kanada, Jepang, Belanda, Amerika Serikat, Selandia Baru, Australia, Prancis, Austria, Swedia, dan Jerman.Kegiatan ini bertujuan mempromosikan pariwisata Bali khususnya potensi pariwisata Buleleng, kata Wijaya di Singaraja (16/9/2010).
"Sail Indonesia merupakan kegiatan reli layar tahunan. Kegiatan ini berlangsung selama tiga bulan untuk mempromposikan Indonesia sebagai daerah tujuan wisata bahari," imbuh Wijaya.Seluruh peserta dilepas pada 24 Juli lalu di Darwin, Australia. Para peserta kemudian melintasi perairan Australia menuju Asia.
"Para peserta memasuki wilayah perairan Indonesia melalui Saumlaki-Banda-Kupang sebelum menuju Batam. Pantai Lovina di Buleleng dipilih sebagai tempat bertemunya para peserta," kata Wijaya.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 1678 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1197 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 900 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 822 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 613 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun