Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 27 September 2026
Rawan Korupsi, Mendagri Minta Kepala Daerah Hati-Hati Gunakan Uang Saat Pilkada
Sabtu, 24 Februari 2018,
05:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat ditemui di Denpasar, Jumat (23/2/2018) mengingatkan kepala daerah baik yang maju dalam Pilkada serentak maupun kepala daerah yang terlibat dalam Pilkada entah sebagai ketua partai, ketua tim pemenangan, ketua tim kampanye dan sebagainya. Peringatan tersebut bukan hanya kepala daerah yang berasal dari PDIP tetapi juga seluruh kepala daerah dari partai mana pun, agar hati hati menggunakan uang dalam Pilkada dan melakukan janji-janji politik yang berhubungan dengan uang.
[pilihan-redaksi]
Menurut Tjahjo, jangan sampai wewenang itu disalahgunakan untuk untuk kepentingan politik sesaat. Terutama dalam penggunaan uang atau APBD karena sangat rawan korupsi.
"Perencanaan anggaran itu masuk area rawan korupsi. Seorang kepala daerah harus memahami area rawan korupsi dalam perencanaan anggaran seperti calo anggaran, dana hibah, dana Bansos, retribusi pajak, jual beli jabatan, masalah belanja barang dan jasa. Itu semua harus dipahami. Sebab bila tidak dipahami maka akan menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. Sekarang ini sudah ada kerja sama dengan Bawaslu, Kepolisian, Kejaksaan, KPK untuk melakukan pengawasan terhadap anggaran tersebut. Kita ingin Pilkada yang bersih dan bermartabat, jangan sampai ada politik uang, kampanye ujaran kebencian dan sebagainya. Kalau ada indikasi menggunakan uang, maka segeralah dilaporkan kepada Bawaslu atau kepolisian untuk diproses. Termasuk kepala daerah yang menjanjikan uang secara tidak wajar," ujarnya.
Mendagri berharap agar masyarakat melakukan pengawasan terhadap kepala daerah yang melakukan pencairan dana secara tidak beraturan.
[pilihan-redaksi2]
Terkait dengan hal itu, Cawagub Bali I Ketut Sudikerta menegaskan jika janji-janji sejumlah uang kepada sejumlah kelompok masyarakat harus diwaspadai. Sebagai seorang yang sudah sangat berpengalaman menjadi wakil kepala daerah, dirinya meminta masyarakat agar lebih kritis terhadap janji-janji itu.
"Pencairan itu sudah mempunyai rencana, sudah punya program, sudah memiliki mekanisme pencairan sendiri. Pos anggaran harus jelas dan sudah dianggarkan sebelumnya. Kalau hanya janji-janji saja maka maka masyarakat harus kritis juga. Jangan karena ingin menang Pilkada, semua dijanjikan," ujarnya.
Ia meminta agar Bawaslu, Kepolisian, Divisi Hukum, agar melakukan investigasi terhadap kepala daerah atau timnya dan bila menemukan pelanggaran maka perlu ditindaktegas.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8473 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5823 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3649 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2478 Kali
05
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026