Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Restoran di Ubud Mendadak Terbakar Saat Karyawan Sibuk Memasak
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Sebuah restoran Honey and Smoke di Jalan Monkey Forest Ubud terbakar pada Senin (26/6) pukul 17.00 WITA. Kejadian itu mengagetkan karena berlangsung saat karyawan sedang sibuk memasak.
Informasi yang dihimpun, karyawan mencium ada bau asap muncul dari dalam exhaust atau pipa pembuang asap dapur disertai dengan kobaran api. Mengetahui hal tersebut kedua saksi dan karyawan lainnya secara spontan berusaha memadamkan api dengan menggunakan APAR serta memindahkan tabung gas yang ada di dapur tersebut ke tempat yang aman.
Hanya saja api justru semakin membesar dan menjalar ke ruang bar yang ada di lantai 2 restoran. Selanjutnya sekitar pukul 18.45 WITA, manajemen restoran pun menghubungi petugas pemadam kebakaran Gianyar.
Tak berselang lama dua unit armada Damkar Gianyar tiba di TKP dan langsung melakukan upaya pemadaman api. Sampai akhirnya api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.40 WITA.
Kabid Pemadam Kebakaran Gianyar, Putu Pradana membenarkan kejadian tersebut. “Luas yang terbakar 10 x 15 meter persegi. Penyebab masih dalam penyelidikan,” ujarnya.
Saat penanganan, tiga unit mobil Damkar dikerahkan. “Lama Penanggulangan 45 menit. Kerugian Rp 250 juta,” ungkapnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 842 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 770 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 738 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 391 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 371 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun