Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ribuan Burung Emprit di Gianyar Berjatuhan, Banyak yang Mati

Kamis, 9 September 2021, 16:20 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/Screenshot/Ribuan Burung Emprit di Gianyar Berjatuhan, Banyak yang Mati.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Fenomena tidak biasa terjadi di Gianyar, dimana ribuan burung emprit (pipit) berjatuhan bahkan ada yang mati di lahan Setra Adat Banjar Sema, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh terjun bebas, Kamis (9/9) pagi.  

Rupanya penyebnya setelah ditelusuri adalah hujan lebat yang mengguyur sehingga membuat ribuan burung Emprit yang bertengger di Pohon Asam Setra Adat Banjar Sema, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh terjun bebas. 

Beberapa diantaranya berhasil terbang kembali, sebagian besar lagi mati. Diduga, burung jatuh akibat derasnya guyuran hujan. Sementara daun tempat mereka berteduh ukurannya kecil. Ribuan burung Emprit yang jatuh di areal kuburan ini diketahui oleh warga sekitar saat hujan reda. 

Kepala Dusun Banjar Sema, I Wayan Ari Partama mengatakan peristiwa serupa pernah terjadi 6 bulan lalu. "Kejadiannya persis sama. Setelah hujan lebat, ribuan burung berjatuhan. Pohon Asam itu memang dijadikan markas, tempat hinggap," jelasnya. 

Biasanya, burung Emprit hinggap usai mencari pakan di ladang petani. Menurutnya, fenomena ini terjadi karena burung hinggap di pohon Asam yang berdaun kecil. Sehingga tidak bisa melindungi burung dari hujan lebat. 

"Ketika hujan air langsung mengenai bulu, sehingga menjadi basah kuyup. Hal tersebut membuat burung tidak bisa terbang hingga banyak yang jatuh, seperti hari ini," ujarnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/gnr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami