Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ribuan Fosil Purba Berhasil Dikumpulkan di Bojonegoro

Rabu, 14 September 2016, 06:05 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Beritabali.com, Bojonegoro. Dewan Kepurbakalaan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengumpulkan ribuan temuan fosil purba, baik yang berupa fragmen maupun fosil utuh.
 
"Fosil purba yang dikumpulkan tim Dewan Kepurbakalan jumlahnya ribuan, sebagian ada yang masih utuh," kata Ketua Dewan Kepurbakalaan Bojonegoro Ali Syafa'at di Bojonegoro, Selasa (13/9/2016).
 
Menurutnya, saat ini sebagian fosil itu disimpan di Museum 13 di SDN Panjunan, Kecamatan Kalitidu, di bawah pengawasan guru Heri Nugroho.
 
Sementara sebagain fosil lainnya disimpan di kediaman Ali di Desa Sukorejo, Kecamatan Kota; rumah Sigit Budi Agung di Desa Balen, Kecamatan Balen; dan rumah Supangat di Desa Buntalan, Kecamatan Temayang.
 
Ali mengatakan, fosil temuan dewan kepurbakalaan dan warga itu antara lain meliputi bagian fosil binatang darat seperti kepala dan gading stegodon (gajah purba), banteng dan kuda nil purba. Di samping itu ada fosil lobster, yuyu laut, dan paus purba.
 
"Itu menunjukkan bahwa Bojonegoro dulu tidak hanya daratan tapi juga lautan," katanya.
 
Ia menambahkan bahwa fosil kepala gajah purba yang tersimpan di Museum 13 di Desa Panjunan, Kecamatan Kalitidu, masih utuh.
 
"Kalau di tempat saya yang cukup bagus berupa gading gajah purba dengan panjang 60 sentimeter berdiameter 20 sentimeter," katanya.
 
Ia menjelaskan, fosil-fosil itu dikumpulkan Dewan Kepurbakalaan sejak 20 tahun lalu, berasal dari perburuan sendiri maupun temuan warga.
 
"Ada juga yang diperoleh dari masyarakat yang menemukan fosil. Kami memberikan imbalan jasa uang kepada masyarakat yang menemukan fosil," katanya.
 
Data mengenai seluruh fosil itu, menurut Ali, dimasukkan ke pusat pendataan Museum Purbakala Sangiran, Sragen, Jawa Tengah, dan Museum Trowulan di Mojokerto, Jawa Timur.
 
"Semua fosil yang kami kumpulkan masuk data sehingga tidak mungkin bisa menjual seenaknya," katanya menegaskan. [bbn/idc/psk]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami