Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
RS Ari Canti Gianyar Tolak Pasien Bedah, Ini Penjelasan Direktur
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pihak rumah sakit lebih memprioritaskan penanganan pasien Covid-19 lantaran keterbatasan pasokan oksigen dialami hampir setiap RS daerah maupun swasta semenjak peningkatan kasus Covid-19.
Di Gianyar, seorang warga mengeluhkan tidak mendapat pelayanan karena dianggap tidak urgen. "RS Ari Canti Gianyar kehabisan oksigen, menolak pasien bedah," ujar warga, namun enggan namanya disebut.
Direktur RS Ari Canti, Dr I Wayan Aryawan MMRS ketika dikonfirmasi, Selasa (3/8) membantah keluhan warga tersebut. Dikatakan, saat ini stok oksigen di RS Ari Canti di Desa Mas, Kecamatan Ubud tidak habis.
"Hanya persediaan nya terbatas. Bukan habis," tegasnya.
Oleh karena terbatas, penggunaan oksigen diprioritaskan untuk penanganan Covid-19. Mantan Kelihan Dusun Banjar Tarukan ini juga menampik adanya penolakan pasien.
"Kalau operasi elektif bisa ditunda, kita tunda dulu bukan menolak. Tapi kalau cito emergency, operasi bisa dilakukan," tegasnya.
Terkait berapa ketersediaan oksigen dan kebutuhannya per hari, dr Aryawan mengatakan sudah intens berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi.
"Detailnya tyang tidak hafal. Yang jelas laporan rutin sudah tiap hari koordinasi dengan Dinkes Provinsi," jelasnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3494 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1321 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 923 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 846 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 689 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun