Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 10 Juni 2026
RSUD Buleleng Andalkan Kiriman Propinsi
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dalam penanganan pasien rabies, RSUD Buleleng hanya mengandalkan kiriman Vaksin Anti Rabies (VAR) dari Dinas Kesehatan Propinsi Bali melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng.
Pemerintah Propinsi Bali merencanakan untuk menambah ketersediaan vaksin anti rabies untuk manusia mencapai 8.700 vial vaksin.
Namun kenyataannya Buleleng hanya mendapatkan jatah 40 vial vaksin. Dengan konsisi tersebut sangat menyulitkan RSUD kabupaten Buleleng dalam melakukan penanganan pasien yang terkena gigitan anjing.
Pertama kita hanya mendapatkan 30 ampul vaksin dan semuanya sudah habis, hari ini mendapatkan kiriman 10 ampul lagi dan tersisa 5 ampul, kita mendapatkan VAR dari Dinas Kesehatan Bali melalui Dinas Kesehatan Buleleng, stok sangat terbatas sehingga kita memberikan vaksin ini juga secara terbatas,ungkap Direktur RSUD Kabupaten Buleleng, dr. Nyoman Mardana.
Adanya indikasi penjualan Vaksin Anti Rabies di RSUD Kabupaten Buleleng dinilai hanya merupakan miskomunikasi dengan pasien, sebab saat kedatangan pasien tergigit anjing itu, stok VAR di RSUD Buleleng kosong.
Saat itu sama sekali tidak ada ketersediaan vaksin, sehingga kita anjurkan pasien untuk berobat ke RSUP Sanglah Denpasar atau membeli vaksin sendiri," papar dr. Mardana.
Jumlah asien digigit anjing di RSUD Kabupaten Buleleng dalam sehari mencapai tiga hingga lima pasien.
Sedangkan Vaksin Anti Rabies yang harus diberikan kepada satu orang pasien sedikitnya tiga vaksin. Hal itulah yang mengakibatkan vaksin anti rabies tersebut kosong.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli