Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Rumah Warga Gianyar Terbakar, Penyebab Kebakaran Masih Misterius

Jumat, 16 Desember 2022, 12:55 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Rumah Warga Gianyar Terbakar, Penyebab Kebakaran Masih Misterius.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Rumah milik I Ketut Muliartawan, warga Banjar Tojan Kanginan, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar terbakar, Kamis (15/5). Hingga saat ini, sebab kebakaran masih misterius.

Menurut informasi yang dihimpun, kakak korban I Made Suwidya sehabis makan siang di dapur dan melihat api menyala di dalam kamar sebelah timur.  Saksi pun tidak bisa berbuat banyak, sebab kamar tersebut dalam kondisi keadaan tertutup pada bagian  bawah pintu milik korban. 

Melihat hal tersebut saksi meminta bantuan tetangga dan warga sekitarnya, kemudian saksi bersama warga berusaha mematikan api, namun api semakin membesar dan melalap ke atas melihat hal tersebut kemudian korban menghubungi Damkar.

Kejadian itu langsung mendapatkan penanganan petugas terkait. Pemadam kebakaran menerjunkan 4 unit mobil lalu menyemprotkan api ke arah si jago merah. 

“Damkar dibantu oleh warga sekitar dan pada pukul 13.30 Wita api sudah bisa dipadamkan,” ujar Kapolsek Blahbatuh, kompol I Made Tama.

Namun usai kejadian, barang korban ludes. Yang terbakar berupa satu unit bangunan ukuran 10x5 meter beratap genteng, sebuah almari berisi pakaian, kursi, meja tempat tidur dan peralatan persembahyangan, TV. Bahkan api sempat mengenai atap Pelinggih Betara Hyang Guru. 

“Kerugian material kurang lebih Rp. 215.000.000. Peristiwa tersebut  nihil korban jiwa,” tutupnya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/gnr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami