Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Rumah Warga Jembrana Rusak Diterjang Angin Kencang
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Rumah milik Ni Wayan Suedi (66) di Lingkungan Samblong, Kelurahan Sangkar Agung, Jembrana rusak berat akibat hujan deras disertai angin kencang pada Kamis (11/11/2021) lalu.
Pemilik rumah Wayan Suedi, Sabtu (13/11/2021), mengatakan, saat kejadian dia baru selesai membersihkan rumah tua tersebut.
"Ketika saya keluar rumah tiba-tiba atap rumah bagian selatan tepatnya di atas dapur ambruk. Rumah ini memang sudah tua," jelasnya.
Rumah tua dengan dua kamar sebelumnya ditempati bersama suaminya beserta anak dan menantunya. Namun setelah suaminya meninggal Wayan Suendi tingga sendirian sedangkan anaknya sudah mendapatkan bedah rumah.
Pasca rumah mengalami kerusakan akibat diterjang angin kencang, Ni Wayan Suedi sementara mengungsi ke rumah anaknya.
Saat ini Suedi telah mendapatkan bantuan dari Bupati Jembrana I Nengah Tamba. Bantuan tersebut berupa bantuan kedaruratan dari Kementrian Sosial seperti kasur,tenda, dan peralatan dapur keluarga.
Selain mendapatkan bantuan dari pemerintah, Suedi juga memperoleh bantuan berupa paket sembako dari salah satu komunitas relawan di Jembrana.
Masyarakat diharapkan agar lebih waspada seperti sekarang ini cuaca buruk yang kerap terjadi.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3579 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1328 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 923 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 848 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 696 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun