Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 24 Mei 2026
Rusia Copot 'Jenderal Armageddon' Komandan Perang di Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia mencopot Sergey Surovikin alias "Jenderal Armageddon" dari jabatannya sebagai komandan perang di Ukraina di tengah sederet kekalahan Negeri Beruang Merah belakangan ini.
Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa posisi Surovikin digantikan oleh Valery Gerasimov pada Rabu (11/1). Surovikin kemudian akan menjadi wakil Gerasimov.
Melalui pernyataan yang dikutip Reuters, mereka menegaskan bahwa perubahan posisi ini dilakukan demi meningkatkan keefektifan operasi militer di Ukraina.
"Kenaikan tingkat kepemimpinan operasi militer khusus itu berkaitan dengan perluasan skala tugas, kebutuhan untuk mengatur kontak lebih dekat antar-cabang pasukan, dan meningkatkan kualitas serta efektivitas manajemen pasukan Rusia."
Bongkar pasang komando di lapangan ini memicu perdebatan di kalangan pakar perang Rusia. Sebagian mendukung, tapi ada pula yang menganggap Rusia hanya mencari kambing hitam.
"Hasil tidak akan berubah hanya dengan mengganti bagian-bagian di dalamnya," ujar seorang blogger militer tenar dengan nama pena Rybar.
Menurutnya, Surovikin hanya menjadi kambing hitam dari sederet kekalahan Rusia, termasuk dalam gempuran di Makiivka pada akhir tahun lalu yang menewaskan setidaknya 89 tentara Negeri Beruang Merah.
Di sisi lain, analis militer dari Institut Riset Kebijakan Luar Negeri, Rob Lee, menganggap penunjukan Gerasimov ini sebenarnya bermotif politik untuk menguatkan posisi Kemhan dan Menhan Sergei Shoigu dalam perang ini.
"Saya rasa bukan karena Surovikin dianggap gagal. Kemungkinan [keputusan] ini didorong alasan politik. Sebagai komandan pemersatu di Ukraina, Surovikin menjadi sangat kuat dan kemungkinan melebihi Shoigu/Gerasimov ketika berbicara dengan Putin," katanya.
Sementara itu, analis politik Rusia, Abbas Gallyamov, memandang perubahan ini hanya rotasi jabatan yang biasa dilakukan.
Ia mengendus kemungkinan itu setelah melihat bahwa Rusia juga menunjuk jenderal top lainnya, Alexander Lapin, menjadi kepala pasukan darat di Ukraina pada Selasa.
"Semua perputaran individu yang itu-itu saja dari satu jabatan ke tempat lain, di tengah kekalahan militer, bisa diartikan apa pun, tapi tidak berarti, 'Semua berjalan sesuai rencana,'" tutur Gallyamov.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2041 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1881 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1393 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1273 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah