Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Rusia Marah dan Ancam Blokir Semua Akses Youtube

Kamis, 30 September 2021, 12:25 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist/suara.com/Rusia Marah dan Ancam Blokir Semua Akses Youtube

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Rusia dikabarkan marah besar terhadap Youtube. Negeri beruang putih itu bahkan sampai mengancam akan memblokir semua akses Youtube di sana. Ancaman ini dilakukan Rusia setelah platform raksasa asal Amerika itu menghapus dua saluran berbahasa Jerman milik stasiun televisi pemerintah, yakni Russia Today atau RT.

Ancaman terhadap platform video milik Google ini disampaikan oleh Pengawas media Rusia Roskomnadzor pada Rabu, 29 September 2021.

Sebelumnya pada Selasa, 27 September 2021, YouTube mengatakan kepada media Jerman bahwa pihaknya telah mengeluarkan peringatan kepada RT terkait disinformasi Covid-19 dan akhirnya menutup dua saluran karena melanggar syarat dan kebijakan pengguna.

Roskomnadzor mengatakan telah mengirim surat kepada pemilik YouTube, Google, menuntut agar semua pembatasan dua saluran, RT DE dan Der Fehlende Part sesegera mungkin dicabut.

Menurut Roskomnadzor, pembatasan tersebut melanggar prinsip-prinsip utama penyebaran informasi secara bebas dan merupakan tindakan penyensoran terhadap media Rusia dan mengingatkan agar YouTube mematuhi hukum yang berlaku.

Pada Rabu, Kementerian Luar Negeri Rusia menuduh YouTube melakukan tindakan agresi media yang belum pernah terjadi sebelumnya yang katanya kemungkinan dibantu oleh otoritas Jerman .

"Penerapan tindakan pembalasan terhadap media Jerman di Rusia tampaknya tidak hanya tepat, tetapi juga perlu. Kami percaya langkah-langkah ini adalah satu-satunya cara yang mungkin untuk membuka dialog yang konstruktif terkait situasi yang tidak dapat diterima ini," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip dari laporan AFP pada Rabu.

Rusia baru-baru ini meningkatkan tekanan pada raksasa teknologi luar negeri karena mencoba untuk memegang kontrol yang lebih besar atas konten daring untuk audiens domestik.

Pengadilan Rusia pada Maret juga telah mendenda platform yang tidak patuh, termasuk Twitter, Google dan Facebook, dengan mulai membatasi kecepatan layanan Twitter.(sumber: suara.com) 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami