Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
Sampah Kiriman Ganggu Aktivitas Laut Nelayan Pantai Jimbaran
BERITABALI.COM, BADUNG.
Musim sampah kiriman kembali melanda pesisir pantai di Badung Selatan, termasuk Pantai Jimbaran, yang menyebabkan gangguan bagi para nelayan setempat.
Sampah-sampah seperti kayu, plastik, dan ranting sering kali tersangkut di jaring, menghambat aktivitas melaut dan berdampak pada hasil tangkapan mereka.
I Made Sudarta, seorang nelayan di Pantai Jimbaran, mengungkapkan keluhannya terkait sampah yang sering terperangkap di jaring. Menurutnya, hal ini tidak hanya mengganggu saat melaut, tetapi juga menyulitkan proses sandar perahu.
"Selain jaring sering tersangkut ranting kayu atau bambu, kami juga kesulitan saat ingin menyandarkan perahu karena tumpukan sampah di pantai," jelas Sudarta, Kamis (2/1/2025).
Nelayan lainnya, Bondy, juga merasakan dampak serupa. Ia menuturkan bahwa sampah plastik yang terdampar di tengah laut sering menghalangi jaring tangkapan mereka.
"Kondisi ini menyebabkan hasil tangkapan kami menurun drastis. Jaring kami terhalang oleh ranting pohon dan sampah plastik," keluh Bondy.
Para nelayan berharap masalah sampah kiriman yang rutin terjadi setiap tahun ini dapat segera ditangani. Mereka menginginkan adanya solusi yang efektif, terutama dalam pengangkutan sampah yang menumpuk, untuk kelancaran aktivitas mereka di laut dan pesisir pantai.
Harapan ini tidak hanya untuk Pantai Jimbaran, tetapi juga untuk pesisir pantai di Badung Selatan secara umum, agar nelayan dapat bekerja dengan lebih baik dan hasil tangkapan kembali meningkat.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 557 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 422 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 421 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan