Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Sapi Mati Mendadak di Manistutu Jembrana, Diduga Terpapar LSD

Rabu, 14 Januari 2026, 12:10 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Sapi Mati Mendadak di Manistutu Jembrana, Diduga Terpapar LSD.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Warga Banjar Benel, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, dikejutkan dengan kematian mendadak seekor sapi milik warga setempat. 

Kondisi tubuh sapi tersebut dipenuhi bentol-bentol, sehingga memicu kekhawatiran akan adanya penyakit kulit menular pada ternak.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh pemilik sapi yang mendapati hewannya mendadak sakit setelah sebelumnya terlihat dalam kondisi sehat. Dalam waktu singkat, benjolan muncul di hampir seluruh bagian tubuh sapi sebelum akhirnya mati.

“Awalnya biasa saja, tiba-tiba keluar bentol-bentol besar,” ujar pemilik.

Mendapat laporan tersebut, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal. Dari hasil pengecekan lapangan, gejala yang ditemukan dinilai mengarah pada dugaan penyakit Lumpy Skin Disease (LSD).

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, Ngurah Sugiarta, menyebutkan sapi tersebut saat ini masuk dalam kategori terduga atau suspect LSD.

“Dari gejalanya mengarah ke LSD, jadi sementara kami nyatakan suspect,” jelasnya.

Untuk memastikan penyebab kematian, petugas telah mengambil sampel dari ternak tersebut dan akan dilakukan pemeriksaan lanjutan di laboratorium. Hasil uji laboratorium nantinya akan menjadi dasar penentuan diagnosis resmi.

Ngurah Sugiarta juga mengimbau para peternak di wilayah Jembrana, khususnya Kecamatan Melaya, agar meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan kandang serta memantau kondisi kesehatan ternak secara rutin. Peternak diminta segera melapor kepada petugas apabila menemukan gejala serupa pada sapi atau hewan ternak lainnya guna mencegah potensi penyebaran penyakit.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami