Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Satpol PP Gianyar Tertibkan Gepeng di Ubud, di Antaranya 4 Pelajar SD
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gianyar menciduk 16 orang gelandangan dan pengemis (gepeng) di wilayah Ubud.
Para gepeng ini kerap mengganggu wisatawan yang sedang liburan menikmati indahnya alam Ubud. Ironisnya, dari 16 orang tersebut, tercatat 4 orang sebagai pelajar SDN 6 Barat Karangasem. Karena mengemis, 4 orang siswa tersebut dipastikan bolos dari sekolah.
Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Karangasem diharapkan atensi terhadap pelajar yang membolos ini. Penertiban gepeng ini berlangsung di Ubud, Rabu (14/5/2025).
Kasatpol PP Kabupaten Gianyar, I Made Watha menjelaskan pihaknya melakukan penertiban gepeng di wilayah Ubud karena para gepeng kebanyakan di bawah umur ini meresahkan dan sering mengganggu keberadaan wisatawan yang sedang berkunjung ke Ubud.
Dikatakan, hasil pendataan dari 16 orang itu laki-laki sebanyak 4 orang, perempuan 12 orang. Bahkan ada gepeng umurnya 1,5 tahun. Kebanyakan para gepeng merupakan wajah lama.
"Para gepeng asal Munti Gunung ini ditertibkan karena melanggar Perda No. 15 tahun 2015 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.
Setelah diamankan, para gepeng didata dan untuk selanjutnya diserahkan ke Dinas Sosial Gianyar kemudian dikembalikan ke Karangasem.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3925 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3126 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2116 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2063 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun