Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Satu Tewas, Empat Luka Berat
Satra
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Gerak jalan dalam rangka memperingati HUT RI 63 menelan korban jiwa. Wayan Nuka (44) tewas ditempat ketika akan mengantar rombongan Siswa Gerak jalan SMP 1 Dawan menuju lapangan Semarapura, Minggu (10/8) siang sekitar pukul 12.00.
Metromoni yang dikemudikan Wayan Nuka mengantar rombongan SMP 1 Dawan.
Sesampainya di turunan Desa Satra, sebelah timur Sungai Unda, kendaraan oleng naik trotoar dan beberapa siswa menjerit histeris.
Wayan Nuka mencoba mengendalikan kendaraannya dan membanting setir ke kanan, tetapi metromininya malah menghantam truk yang datang dari arah barat.
Diperkirakan rem metromini tersebut sedang blong atau tidak berfungsi dan. Siswa yang menumpang sempat berteriak sesaat sebelum bertabrakan dengan truk tersebut.
Wayan Nuka langsung tewas d itempat sementara beberapa siswa mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke RSUD Klungkung.
Siswa yang mengalami luka serius tersebut antara lain Ayu Asri, Ketut Astuti, Putu Elis dan Kadek Yuliartini. Sedangkan beberapa siswa lain yang ikut dalam metromini tersebut hanya luka ringan dan mengalami trauma.
Kadisdik Klungkung, Nengah Wijana bersama Kabag Humas dan Protokol Pemda Klungkung langsung menengok ke RSUD Klungkung dan berjanji membantu biaya perawatan siswa tersebut. (igs)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3287 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1304 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 914 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 834 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 671 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun