Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Sebulan Pertama Perang, Israel Luncurkan Ratusan Bom 900 Kg ke Gaza
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pada bulan pertama serangannya ke Gaza, Israel dilaporkan telah menjatuhkan ratusan bom berukuran besar. Simpulan ini didapat berdasarkan analisis CNN dan perusahaan kecerdasan buatan Synthetaic.
Citra satelit pada masa-masa awal perang menunjukkan lebih dari 500 lubang dengan diameter lebih dari 12 meter di Gaza. Besaran ini konsisten dengan lubang yang bisa dihasilkan oleh bom seberat 2 ribu pon atau sekitar 900 kilogram.
Bom tersebut bahkan dianggap empat kali lebih berat dibandingkan bom terbesar yang pernah dijatuhkan Amerika Serikat terhadap ISIS di Mosul, Irak.
Selama ini, ahli senjata telah menyalahkan penggunaan senjata berat secara ekstensif. Salah satunya adalah bom seberat 900 kilogram yang jadi penyebab banyaknya korban tewas.
Populasi Gaza sendiri terbilang padat. Akibatnya, bom sebesar itu jelas berpengaruh besar dan menimbulkan banyak korban jiwa.
"Penggunaan bom seberat 2 ribu pon di wilayah padat penduduk seperti Gaza berarti diperlukan waktu puluhan tahun bagi masyarakat untuk pulih," ujar pengacara lembaga non-pemerintahan CIVIC John Chappell, melansir CNN.
Israel mendapatkan tekanan internasional atas skala kehancuran yang masif di Gaza. Sekutunya Presiden Amerika Serikat Joe Biden bahkan menuduh Israel melakukan pengeboman tanpa pandang bulu.
Para pejabat Israel berpendapat bahwa senjata berat diperlukan untuk melenyapkan Hamas. Mereka juga mengklaim bahwa Israel melakukan semua upaya meminimalisasi korban sipil.
Kelompok Hamas sendiri diketahui mengandalkan jaringan terowongan yang diyakini melintasi Jalur Gaza. Senjata berat tersebut dipercaya sebagai penghancur bunker, membantu menghancurkan infrastruktur bawah tanah Hamas.
Namun, bom seberat 2 ribu pon biasanya jarang digunakan oleh militer barat. Hukum humaniter internasional juga melarang pengeboman tanpa pandang bulu.
Analis intelijen pertahanan AS Marc Garlasco membandingkan kepadatan serangan bom yang diluncurkan Israel di Gaza dengan Perang Vietnam.
Apa yang dilancarkan Israel ke Gaza di bulan pertama serangannya, lanjut Garlasco, adalah pertama kalinya kepadatan bom yang hampir serupa dengan Perang Vietnam terlihat kembali.
"Anda harus kembali ke Perang Vietnam untuk membuat perbandingan. Bahkan dalam kedua perang Irak, kepadatannya tidak pernah seperti ini," ujar Garlasco.
Berdasarkan pihak berwenang di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas, tercatat sekitar 20 ribu orang tewas sejak 7 Oktober lalu.
Berdasarkan data tersebut, sebagian besar korban adalah kelompok perempuan dan anak.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3416 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1310 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 921 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 843 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 683 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun