Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 15 September 2026
Sejak 1360, Warga Pandak Gede Gelar Tradisi Potong Kerbau
Senin, 5 September 2016,
21:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Dua hari menjelang hari raya Galungan tepatnya di hari penampahan, warga Desa Pakraman Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Tabanan melangsungkan tradisi memotong kerbau.
Tradisi yang ada sejak tahun 1360 itu, hingga kini masih dilaksanakan. Seperti yang digelar Senin (5/9), pada hari pengejukan Galungan warga setempat kembali menggelar tradisi memotong kerbau. Meskipun harga satu ekor kerbau mencapai Rp 20 Juta, tidak menyurtkan warga “mepatung” memotong kerbau untuk persembahan.
Jro Bendesa Adat Pandak Gede, I Gusti Gede N Ary Subawa menjelaskan tradisi potong kerbau di Desa Pakraman Pandak Gede, Kediri, tidak terlepas dari dua hal yakni kepercayaan masyarakat yang tidak memakan ataupun memotong sapi.
“Karena kepercayaan ini, warga berfikir memelihara kerbau untuk menggarap lahan pertanian mereka dan bisa dipotong untuk dikonsumsi,”ucapnya.
Selain kepercayaan tersebut, tradisi potong kerbau ini juga berkaitan dengan sejarah desa Pandak di tahun 1360. Dimana, dijelaskan Jro Bendesa, saat itu Kerajaan Bali berpusat di Samprangan Gianyar dengan pemerintahan Ida Sri Kresna Kepakisan dengan tiga putranya. Dan wilayah desa Tabanan yang dulu merupakan pusat pemerintahan ada di desa Buahan.
Saat pemerintahan Ida Sri Kresna Kepakisan inilah kondisinya makmur, hingga warga akhirnya menyelenggarakan karya Ratu Bali Raja Peni sebuah upacara syukuran yang digelar satu bulan empat puluh dua hari.
Dalam acara syukuran yang digelar di Desa Pandak disuguhi bermacam olah-olahan tradisional Bali seperti lawar, urap, dan sate. Lanjut di malam harinya disajikan sejumlah kesenian tradisional seperti tari gambuh, Joged Pingit dan Arja.
“Dari suguhan makanan tradisional inilah salah satunya masakan berbahan daging kerbau. Sejak saat itulah masyarakat terbiasa mengolah daging kerbau dan berlanjut sampai sekarang,” jelasnya.
Tradisi yang beralangsung sejak Senin pagi mulai pukul 09.00 Wita. Kerbau yang dipotong adalah yang berwarna hitam.
Made Munia (71) warga banjar Batan Poh disela-sela pembagian daging kerbau mengatakan kegiatan potong kerbau ini selalu ada tiap enam bulan atau menjelang hari raya Galungan. Bahkan sejak kecil, dikatakannya tradisi ini sudah ada.
“Warga kami banya yang memotong kerbau, tapi ada juga yang potong babi jelang Galungan,” jelasnya.
Meski harga kerbau cukup mahal yakni hingga mencapai harga Rp 20 juta per ekor, namun peminatnya mash cukup tinggi. “Untuk satu ekor kerbau rata-rata bisa menjadi 80 bagian dengan harga Rp 300 ribu perbagian, dan kebanyakan sudah ada yang memesan jauh-jauh hari, bahkan ada juga pesanan dari Gianyar,”katanya. (nod)
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5037 Kali
02
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3422 Kali
03
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2158 Kali
04
05
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 872 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026