Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 1 November 2026
Sekali 'Nyedot' Pelaku Bayar Korban Rp. 50 Ribu
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kasus pencabulan yang dilakukan Warga Negara Australia di Singaraja terus diperdalam. Hingga polisi telah memeriksa secara intensif sebanyak lima korbannya, yang sebagian besar masih berstatus sebagai pelajar.
Penangganan kasus pencabulan yang mengarah pada dugaan aksi pedofilia oleh Warga Negara Australia, Granfield Philip Robert alias Philip (61), Senin (11/8) pagi kembali menambah deretan korbannya.
Setelah memeriksa empat korban AR (18) dan WR (18) keduanya pelajar Di sebuah SMA Swasta di Buleleng serta ND (16) dan SG (16) yang masih duduk dibangku SMP, polisi juga memeriksa korban kelima, AS (19).
"Berdasarkan keterangan korban kelima, AS mengakui sebanyak tiga kali dalam waktu yang berbeda digauli oleh Philip di rumahnya di Jalan Tasbih Gang Buntu Kelurahan Kaliuntu Singaraja. Dan kita juga telah mengidentifikasi adanya tiga korban lainnya yang juga menjadi korban aksi pencabulan tersebut, " unglap Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol I Made Sudirsa.
Tiga korban yang telah teridentifikasi menurut rencana akan dipanggil polisi untuk memberikan keterangan terkait adanya aksi pencabulan dan dugaan aksi pedofilia.
" Tiga orang ini akan segera kita periksa untuk menguatkan perbuatan pelaku yang mengarah pada pedofilia,"ujar Sudirsa.
Dalam keterangannya para korban menyebutkan, setiap selesai memuaskan pelaku, para korban diberikan uang dalam jumlah cukup besar yakni antara Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu.
Granfield Philip Robert alias Philip kini telah dijebloskan ke sel tahanan Mapolres Buleleng dengan jeratan UU. RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak juncto pasal 292 KUHP tentang perbutaan cabul. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan