Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Sekitar 60 Rumah Rusak Akibat Banjir di Bilukpoh-Jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com.Jembrana. Sekitar 60 unit rumah warga di Lingkungan Bilukpoh, Kelurahan Tegal Cangkring dan Desa Penyaringan Kecamatan Mendoyo Jembrana mengalami kerusakan akibat banjir yang terjadi pada Sabtu (22/12) malam kemarin.[pilihan-redaksi]
Air setinggi 1,5 meter datang secara tiba tiba dengan membawa tumpukan sampah dan batang kayu sehingga menumpuk di jembatan Bilukpoh. Tumpukan sampah dan batang kayu tersebut menyebabkan air meluap ke barat sungai lalu merendam rumah warga sekitar sungai tersebut.
.jpg)

[pilihan-redaksi2]
"Sebelum banjir datang, saya bersama istri dan cucu berada di dalam kamar untuk tidur, dan terdengar suara ribut ribut di tetangga bilang air sungai naik, dan air langsung besar. Saya bersama istri dan cucu berlindung naik ke plafon karena airnya setinggi 1,5 meter," jelas I Ketut Kuta salah satu korban banjir asal Lingkungan Bilukpoh Kelurahan Tegal Cangkring Minggu (23/12) pagi tadi.
Sementara Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Ketut Eko Susilo saat dikonfirmasi mengatakan, akibat banjir bandang jembatan jalur Denpasar Gilimanuk tertutup sampah kayu gelondongan, sehingga air meluap ke rumah rumah warga yang tinggal di dekat sungai.

Reporter: bbn/eng
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4018 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1385 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 938 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 864 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 737 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun