Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 19 Mei 2026
Sekolah Kayu Atap Jerami Kebakaran, 26 Murid Tewas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Setidaknya 26 murid tewas dan 13 lainnya luka-luka dalam kebakaran yang terjadi di sekolah kayu beratap jerami di Niger selatan.
Ruang kelas yang terbuat dari material mudah terbakar turut memperburuk keadaan. Wali kota Maradi, Chaibou Aboubacar mengatakan murid-murid di sekolah itu berusia antara lima dan enam tahun.
"Saat ini, kami memiliki 26 orang tewas dan 13 luka-luka, empat di antaranya serius," kata Chaibou Aboubacar.
Niger, salah satu negara termiskin di dunia, telah mencoba memperbaiki kekurangan gedung sekolah dengan memanfaatkan ribuan gudang jerami dan kayu untuk digunakan sebagai ruang kelas.
Ketika mereka tak memiliki meja dan kursi, proses belajar mengajar dilakukan sederhana dengan anak-anak terkadang duduk di tanah.
Kebakaran di sekolah kayu seperti ini sering terjadi tapi jarang menimbulkan korban. Sebelumnya 20 murid tewas dalam kebakaran sekolah di distrik kelas pekerja Niamey pada bulan April.
Issoufou Arzika, sekretaris jenderal Persatuan Guru Niger, mengatakan kepada AFP bahwa kebakaran hari Senin telah "menghancurkan" sekolah di Maradi.
Ia mengatakan serikatnya telah memperingatkan para pejabat tentang bahaya kelas jerami dan kayu setelah kebakaran di Niamey.
“Lebih baik mengadakan kelas di bawah pohon daripada di gubuk jerami, yang telah menjadi kuburan yang mudah terbakar bagi siswa,” katanya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1579 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1192 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1038 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 912 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah