Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Sempat Digoyang, Suastika Sukses Amankan Rekomendasi Ketua DPRD Karangasem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Meski sempat "digoyang", I Wayan Suastika dipastikan kembali menduduki jabatan Ketua DPRD Kabupaten Karangasem periode tahun 2024-2029 setelah mendapat rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karangasem, I Gede Dana membenarkan bahwa DPP PDI Perjuangan telah mengeluarkan rekomendasi untuk pengisian AKD DPRD Kabupaten Karangsem.
"Ya benar, yang mendapat rekomendasi dari DPP untuk posisi Ketua DPRD Karangasem adalah I Wayan Suastika," kata Gede Dana dikonfirmasi Minggu (25/8/2024).
Sebelumnya, pada rapat interen DPC PDI Perjuangan Karangasem mengusulkan beberapa nama calon Ketua DPRD Karangasem ke DPD PDIP Perjuangan Provinsi Bali.
Nama-nama yang diusulkan diantaranya I Wayan Sudira yang juga menjabat sebagai Sekertsris DPC PDIP Karangasem. I Made Ruspita yang juga menjabat sebagai Bendahara DPC. Ketua DPRD sebelumnya yaitu I Wayan Suastika dan ada juga nama I Wayan Sumatra.
Untuk diketahui, pada Pileg tahun 2024, PDI P Karangasem sukses mengamankan 15 kursi dewan Karangasem. Dimana politisi asal Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Duda Timur kekuar sebagai anggota dewan terpilih dengan raihan suara terbanyak yaitu 7.314 suara.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4493 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2306 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1895 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1583 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1029 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun