Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 16 Mei 2026
Siswa SMK Kembangkan Alat Pengaman Kendaraan
Jumat, 13 Januari 2017,
07:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Siswa SMK Negeri 1 Ngawen di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berhasil mengembangkan 'Safety Riding Kit S2-HK' berbasis Mikrokontroler Arduino Nano yang berfungsi mengamankan sepeda motor dan pengendaranya.
Alat ini merupakan kunci otomatis karena apabila pengendara tidak membawa SIM, STNK, dan helm, kendaraan tidak akan bisa digunakan, kata Heru Raharjo, salah seorang guru pendamping SMK Negeri 1 Ngawen."Alat ini kami beri nama Safety Riding Kit S2-HK berbasis Mikrokontroler Arduino Nano, di mana perangkat keamanan berkendara yang berbasis kontrol SIM, STNK, dan helm keselamatan," katanya.
Ia mengatakan, fungsi alat ini jika ingin menggunakan kendaraan harus menempelkan SIM dan STNK di badan motor, serta menggunakan helm yang tali pengamannya harus terpasang dengan sempurna.Alat ini terdiri dari tiga bagian yakni pembaca sensor SIM dan STNK, sensor helm dan prosesor untuk mengolah data ketiga komponen tersebut."Saat ini terus kami kembangkan agar mudah dan murah diaplikasikan kepada masyarakat," kata Heru.Ia menyebut pembuatan alat ini dilatarbelakangi banyaknya kecelakaan yang melibatkan pelajar sehingga diharapkan bisa mengurangi risiko.
"Kami berusaha untuk membantu menekan angka kecelakaan," ujarnya.Menurut Heru, penemuan ini telah berhasil menjadi juara klinik sains SMK DIY 2016, Juara KIR lomba karya ilmiah remaja IST AKrpint, dan Juara festival baron technopark 2016."Sedang kami proses untuk mendapatkan hak cipta," katanya.Ia juga mengatakan bahwa biaya pembuatan alat ini di bawah Rp 1 juta."Biaya sekitar Rp 800 ribuan, tetapi jika sudah diproduksi masal kemungkinan akan lebih murah," sebutnya.
Sementara salah seorang siswa yang ikut mengembangkan alat ini, Taufik Kalfin Ashari (16) menyampaikan, dalam sepuluh tahun terakhir siswa SMK Negeri 1 Ngawen banyak yang mengalami kecelakaan, dan beberapa di antaranya meninggal dunia."Salah satu penyebabnya, banyak pengendara yang belum memiliki SIM, dan tidak menggunakan helm saat berkendara," katanya.
Ia berharap dengan penggunaan alat ini akan bisa mengurangi angka kecelakaan.
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1425 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1081 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 925 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 818 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026