Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Siswa Study Tour Kesurupan Masal di Parkiran Oleh-oleh Blangsinga, Ini Kata Ajik Krisna
beritabali/ist/Siswa Study Tour Kesurupan Masal di Parkiran Oleh-oleh Blangsinga, Ini Kata Ajik Krisna.
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Siswa yang sedang study tour ke Bali mengalami kesurupan masal di parkiran salah satu pusat oleh-oleh khas Bali di Desa Blangsinga, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Senin (12/12).
Menurut warga yang berada di lokasi, mereka datang dari Tanah Lot dan Pengelipuran. Diduga mereka melakukan hal yang tidak sopan di objek wisata religius itu. Ada kerang yang sengaja diambil di Tanah Lot. Lalu ada yang meludah sembarangan. Nah, tiba di parkiran oleh-oleh, mereka kesurupan massal.
Dari pihak SMP di Jogjakarta, Reni Nurryati, tidak menampik bahwa siswa yang kesurupan merupakan anak didiknya. Namun menurutnya anak didiknya terkena imbas dari anak sekolah lain yang terlebih dahulu mengalami kesurupan.
“Yang kesurupan berada dalam video memang anak kami. Tapi perlu diketahui kami belum sempat berkunjung ke Tanah Lot dan Penglipuran,” ujarnya saat terhubung melalui sambungan telpon.
Awalnya pihaknya dari sebuah SMP di Jogja itu berkunjung ke pusat oleh-oleh, ada dua orang siswa dari sekolah lain terlebih dahulu mengalami kesurupan.
“Kami jadi kena imbasnya. Dan mereka telah mendahului kami pulang. Karena kondisi seperti ini kami jadi akan mengalihkan objek wisata yang akan kami kunjungi,” ujarnya Reni.
Terpisah, Owner Krisna Oleh-oleh, Ajik Krisna membenarkan ada siswa Pengunjung yang mengalami kesurupan.
“Dari hasil konfirmasi Manajer saya di lokasi, ternyata anak anak sudah terlebih dahulu ke sejumlah destinasi wisata. Bahkan kata guru guru mereka sebelum sampai di Krisna pun sudah ada beberapa yang kesurupan,” ujar dia, dihubungi Selasa (13/12).
Dia juga mendengar rombongan siswa bersama gurunya kembali ke Tanah Lot.
“Bisa dikatakan meminta maaf. Dan kalau di Bali itu ada upacara meminta maaf. Tapi di lokasi kami tidak ada upacara untuk hal terkait, sebab pangkal kejadian bukan di tempat kami. Malah pemangku kami sudah menenangkan saat kejadian,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3240 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1298 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 914 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 831 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 670 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun