Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Sosok Perbekel Wanita di Desa Sibang Kaja: Pekerjaan Bukan Sebagai Beban
BERITABALI.COM, BADUNG.
Di masa saat ini perempuan tidak hanya mengurus kebutuhan rumah tangga saja melainkan telah menunjukkan diri menjadi pemimpin yang mampu mengayomi.
Tentu hal tersebut merupakan salah satu wujud melanjutkan perjuangan Ibu Raden Ajang Kartini yang diperingati pada, Rabu (21/4). Adapun salah satu sosok wanita mengambil peran tersebut salah satunya berasal dari Desa Sibang Kaja, Kecamatan Abiansemal, Badung Ni Nyoman Rai Sudani.
Dirinya sebelumnya merupakan mantan bidan yang saat ini menjabat sebagai Perbekel Desa Sibang Kaja, Kecamatan Abiansemal, Badung selama dua kali periode (2013-2019, 2021-2027). Menurutnya menjadi pemimpin memang ada suka dukanya. Akan tetapi, tetap menjalani segala tugas dan tanggung jawab dengan sukacita.
Adapun Prinsip utama dipegang adalah tidak menjadikan pekerjaan itu sebagai beban. Dengan demikian, kita akan bisa menikmati dan mencintai pekerjaan.
“Saya sendiri memang suka tantangan. Saya tidak pernah berpikir bahwa tantangan ini saya harus jadikan beban. Pekerjaan itu harus kita cintai, sehingga bagaimanapun sulitnya saya yakin pasti ada jalan,” jelasnya.
Di sisi lain sebagai perempuan yang berumah tangga dan juga sebagai seorang ibu tetap mendapat dukungan dari keluarga. Meski sibuk melayani masyarakat setiap hari, tentu tetap mengatur diri dan waktu untuk keluarga juga.
"Meskipun jadi perbekel, saya tetap mengatur diri. Berbagi pekerjaan rumah dengan mantu. Saya berusaha jaga komunikasi dengan anak-anak, walaupun sempat diminta maju lagi, karena tidak setiap saat bisa ketemu dengan anak, mantu, cucu. Tapi setelah saya rapatkan anak-anak dan beri pengertian, mereka setuju dan merestui langkah saya,” katanya.
Sudani berpesan khususnya kepada perempuan agar jangan takut bermimpi dan melangkah. Sebab dia meyakini, tidak ada hal yang berat untuk dihadapi jika ada niat dan terus belajar.
"Bahkan ketika saya sempat mau mundur itu, saya sempat mencari tokoh-tokoh perempuan yang ada di Sibang Kaja agar maju nyalon perbekel. Sebagai perempuan kita tidak lemah. Sepanjang terus mau belajar, saya yakin perempuan juga bisa melakukannya apa yang laki-laki bisa kerjakan. Sebaliknya, apa yang perempuan lakukan belum tentu semua bisa dikerjakan oleh laki-laki,” pungkasnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4507 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2322 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1967 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1592 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun