Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Stress Menderita Pholif, Pemuda Tewas Gantung Diri
Tambakan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Akibat menderita pholif hingga stress, Wayan Mudastra (22), seorang pemuda dari Dusun Sanggalangit, Desa Tambakan Kecamatan Kubutambahan ditemukan tewas gantung diri dengan mengunakan selendang warna hijau. Dari hasil olah lokasi peristiwa, Jumat (12/9) polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan, sehingga aksi tersebut murni akibat bunuh diri.
“ini murni gantung diri, dari pemeriksaan polisi dan medis tidak ada tanda kekerasan hanya luka jeratan pada bagian leher termasuk mengeluarkan air mani dan lidah menjulur, korban ditemukan sudah meninggal yang diduga lantaran stress menderita sakit pholif,†ungkap Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol I Made Sudirsa.
Dalam aksinya, pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai petani memanfaatkan sebuah penyangga balok rumah di dalam kamarnya untuk mengakhiri penderitaannya,†korban ditemukan tergantung didalam kamar rumahnya dengan selendang yang diikatkan pada penyangga balok rumah,†ujar Sudirsa.
Peristiwa yang mengejutan warga Desa Tambakan tersebut pertama kali diketahui Wayan Pageh (25) dan Nyoman Margi (30) saat mencari korban yang tidak biasanya berada didalam kamar sangat lama, namun saat keduannya masuk, korban Mudastra telah tewas tergantung lemas, sehingga dilaporkan ke aparat Desa setempat dan Polsek Kubutambahan. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 348 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 296 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 223 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun