Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Suami Jadi Korban KDRT
Sangsit
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), biasanya yang menjadi korban adalah sang istri, namun berbeda dengan kasus yang terjadi di Dusun Peken, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan,
justru dalam kasus ini sang suami-lah yang menjadi korban KDRT lantaran nekat menemui anak kandungnya sendiri.
Peristiwa yang terjadi Rabu (17/10) di Dusun Peken, Desa Sangsit itu dilakukan Komang Ariani terhadap suaminya Wayan Artana, dimana Ariani menghajar suaminya, Artana dengan tendangan dan tamparan setelah suaminya itu nekat ingin bertemu dengan anak kandungnya.
Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol. Khaidar Latief menyebutkan, pasangan suami istri ini telah lama berpisah tempat tinggal, sebab pelaku Komang Ariani merupakan istri kedua dan tinggal bersama orang tuanya di Desa Sangsit bersama anaknya, Ketut Budirayasa.
“Karena kangen dengan anaknya, korban Wayan Artana mendatanginya ke Sangsit, namun dilarang untuk bertemu dengan anaknya oleh sang istri. Lantaran nekat, Artana akhirnya menjadi korban kekesalan sang istri, yakni dengan ditendang pada bagian paha dan wajahnya ditampar,†papar Pahumas.
Kasus kekerasan dalam rumah tangga, yang mungkin untuk pertama kalinya di Mapolres Buleleng, dimana pihak suami sebagai korban masih ditangani Unit Ruang Pelayanan Khusus, RPK Sat Reskrim Polres Buleleng. Dan dalam sepekan ini, sang istri sebagai pelaku akan dipanggil pihak kepolisian. (sas)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3899 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2996 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2058 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2032 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1817 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun