Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Subak Tubuh Desa Pejeng Kaja Panen Padi Organik, 1 Hektar Hasilkan 5,9 Ton
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Petani Subak Tubuh, Desa Pejeng Kaja, Kecamatan Tampaksiring memanen pertanian organik, Kamis (29/12). Hasil panen mencapai 5,9 ton per hektare.
Perbekel Desa Pejeng Kaja, I Wayan Jana, menyatakan awalnya mengajak petani kembali ke alami sangat sulit.
“Ada yang tidak mau. Syukur ada beberapa pekaseh mau yakni subak Tubuh, Telaga Sari dan Kutuh. Subak itu mendukung. Panen kali ini diikuti 3 subak, per subak masing-masing 1 hektare,” ujarnya.
Dari hasil diskusi dengan petani, ternyata harus ada subsidi pupuk. “Di desa tidak bisa, karena sub anggaran sudah habis. Mudah-mudahan ke depan, pak bupati bisa menganggarkan untuk pengembangan padi organik. Tahun 2023 kami rencanakan 4 hektare organik berkelanjutan,” ujarnya.
Diharapkan 9 subak lainnya di Pejeng Kaja ikut padi organik. Apalagi, percontohan saja sudah sukses menghasilkan panen. “Hasilnya melebihi apa yang diperkirakan,” jelasnya.
Kepada para pekaseh dan para petani, pihaknya mengucapkan terimakasih. “Karena telah ikut menyukseskan ketahanan pangan. Dumugi Ida Batara ngicen kerahayuan menjalankan amanah masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 1616/Gianyar, Letkol Eka Wira Putra, hadir dalam panen padi organik perdana di Subak Tubuh, menyatakan langkah ke depan, kualitas dan kuantitas harus ditingkatkan, termasuk kontinuitas (berkelanjutan) harus dilakukan.
“Bagus kualitas dan kuantitas tapi tidak kuntinyu (berlanjut, red), baru diambil stok habis, terus habis. Jangan hangat tahi ayam, baru tidak ada subsidi dana, enduk bayune, sing dadi keto (lemas, gak boleh gitu, red), harus survive,” jelasnya.
Selanjutnya, butuh link dan network, apakah bekerja sama dengan pihak ketiga atau ada solusi lain. “Pokoknya kami minta tolong, agar 9 subak di Pejeng Kaja harus semua ikut seperti Sidan. Tapi Sidan jangan terlena, baru Sidan bagus, malah Sidan enduk bayune,” ungkapnya.
Dandim juga memerintahkan Koramil dan Babinsa untuk mensuport pendampingan kepada para petani. “Secara teknis dijelaskan oleh dinas. Tapi secara moril itu yang penting. Dari kami, mendukung pendampingan ketahanan pangan,” jelasnya.
Diakui, dalam proses, ada jatuh bangun. “Sekarang semangat, dalam hidup ada fase down, maka butuh pendampingan, harus team work, didukung semua pihak, semoga apa yang dicita-citakan bisa tercapai,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3137 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1293 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 914 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 831 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 667 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun