Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Suryani Institute dan Unud Gelar Skrining Kesehatan Mental Remaja di SMAN 1 Singaraja

Minggu, 8 Maret 2026, 16:05 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Suryani Institute/Suryani Institute dan Unud Gelar Skrining Kesehatan Mental Remaja di SMAN 1 Singaraja.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Suryani Institute for Mental Health (SIMH) bekerja sama dengan Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dan Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat (MIKM) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana menggelar kegiatan sosialisasi dan skrining kesehatan jiwa bagi remaja di SMA Negeri 1 Singaraja, Buleleng pada Minggu (8/3/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran serta pemahaman remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental sejak dini.

Kepala SMA Negeri 1 Singaraja, Made Sri Astiti, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi kesehatan mental yang diinisiasi oleh Suryani Institute for Mental Health.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pihak sekolah menyambut baik kehadiran tim SIMH yang memberikan edukasi langsung kepada para siswa mengenai kesehatan mental. Menurutnya, masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan karakter sehingga pemahaman terkait kesehatan mental sangat relevan untuk membantu siswa menghadapi berbagai tantangan perkembangan, baik dalam kehidupan akademik maupun sosial.

Kehadiran tim SIMH di SMA Negeri 1 Singaraja diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, pengetahuan, serta kepedulian siswa terhadap kesehatan mental sekaligus memperkuat lingkungan sekolah sebagai ruang yang aman dan suportif bagi perkembangan psikologis remaja.

Sementara itu dari pihak Suryani Institute for Mental Health yang diwakili oleh Prof. Dr. dr. Cokorda Bagus Jaya Lesmana, SpKJ(K), MARS menekankan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental pada usia remaja sebagai fase perkembangan yang sangat menentukan.

“Remaja merupakan kelompok usia yang sedang berada pada fase perkembangan yang sangat penting, baik secara biologis, psikologis, maupun sosial. Oleh karena itu, pemahaman mengenai kesehatan mental perlu diberikan sejak dini agar para remaja memiliki kemampuan untuk mengenali kondisi emosionalnya serta berani mencari bantuan ketika menghadapi kesulitan psikologis,” ujar Prof. Cokorda dalam sambutannya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi edukasi mengenai kesehatan mental remaja oleh tim dari Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dan Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat (MIKM).

Materi disampaikan oleh dr. Dewa Ayu Bintang Kartika yang meliputi pengenalan konsep kesehatan mental, faktor risiko gangguan kesehatan jiwa pada remaja, serta materi adiksi vape. Sementara itu, materi mengenai adiksi gadget serta pentingnya membangun lingkungan yang suportif baik di sekolah maupun di keluarga disampaikan oleh Kadek Diah Tantri Suhendrawidi.

Sebagai bagian dari kegiatan, para siswa juga mengikuti skrining kesehatan mental melalui pemeriksaan mandiri menggunakan platform digital yang dapat diakses secara langsung oleh peserta. Skrining ini bertujuan membantu mengidentifikasi secara dini potensi masalah kesehatan mental sehingga langkah tindak lanjut dapat dilakukan apabila diperlukan.

Prof. Cokorda juga menegaskan bahwa deteksi dini menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan gangguan kesehatan jiwa pada remaja.

“Melalui kegiatan sosialisasi dan skrining ini, kami berharap para siswa dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan mental serta mampu mengenali tanda-tanda awal ketika seseorang membutuhkan bantuan profesional. Deteksi dini menjadi kunci agar permasalahan psikologis dapat ditangani secara tepat dan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih berat,” tambah beliau.

Setelah sesi skrining, kegiatan dilanjutkan dengan sesi refleksi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada para siswa untuk berdiskusi secara terbuka mengenai isu kesehatan mental. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif selama sesi diskusi berlangsung.

Berdasarkan hasil skrining yang dilakukan, siswa yang membutuhkan konsultasi lebih lanjut diberikan kesempatan untuk memperoleh arahan dari tim pemateri secara bertahap sehingga mereka dapat memahami kondisi psikologis yang mungkin dialami.

Kegiatan juga diisi dengan sesi meditasi singkat yang dipimpin langsung oleh Prof. Dr. dr. Cokorda Bagus Jaya Lesmana, SpKJ(K), MARS. Dalam sesi tersebut, para siswa diajak untuk duduk dengan tenang dan memusatkan perhatian pada pernapasan secara perlahan dan teratur.

Suasana ruangan yang sebelumnya dipenuhi aktivitas perlahan menjadi lebih hening. Para siswa mengikuti instruksi dengan penuh perhatian dengan menutup mata sejenak, menarik napas dalam-dalam, dan melepaskannya secara perlahan. Dalam beberapa menit suasana menjadi lebih tenang dan reflektif, memberikan ruang bagi peserta untuk merasakan ketenangan di tengah aktivitas sekolah.

Melalui meditasi singkat tersebut, para siswa diperkenalkan pada cara sederhana untuk mengenali dan mengelola emosi. Praktik ini menunjukkan bahwa teknik sederhana seperti mengatur napas dan memusatkan perhatian dapat membantu mengurangi ketegangan, kecemasan, maupun tekanan yang sering dialami remaja dalam kehidupan sehari-hari.

Acara ditutup dengan penyerahan plakat serta kenang-kenangan buku Hope and Freedom karya Rudi Waisnawa kepada pihak SMA Negeri 1 Singaraja sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan tim pelaksana.

Melalui kegiatan ini, Suryani Institute for Mental Health bersama institusi pendidikan dan tenaga kesehatan berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan literasi kesehatan mental di kalangan remaja serta memperluas akses terhadap layanan kesehatan jiwa yang promotif dan preventif di lingkungan sekolah.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rls



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami