Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 27 September 2026
Suryani: Penyebab Gangguan Kejiwaan Karena Pernah Aborsi Atau Keguguran
Minggu, 13 Mei 2018,
16:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com.Denpasar, Dari sebagian besar kasus yang ditangani, penyebab gangguan jiwa menurut Pakar Psikiatri Prof DR Dr Luh Ketut Suryani SpKj, dikarenakan keluarga atau ibunya yang pernah mengalami aborsi atau keguguran.
[pilihan-redaksi]
"Tidak hanya cukup dengan upacara secara ritual, penanganan pasca aborsi atau keguguran selanjutnya sebaiknya dengan memohon maaf dan mendoakan agar rohnya menyatu dengan Tuhan, sehingga kemudian tidak mengganggu kehidupan karena merasa iri tidak dilahirkan," tandas ibu yang melahirkan 6 anak laki-laki ini.
"Tidak hanya cukup dengan upacara secara ritual, penanganan pasca aborsi atau keguguran selanjutnya sebaiknya dengan memohon maaf dan mendoakan agar rohnya menyatu dengan Tuhan, sehingga kemudian tidak mengganggu kehidupan karena merasa iri tidak dilahirkan," tandas ibu yang melahirkan 6 anak laki-laki ini.
Oleh karena itu, perempuan yang lahir di Singaraja pada 24 Agustus 1944 ini tidak setuju dengan program keluarga berencana (KB) yang membatasi dua anak dalam keluarga. Menurutnya faktor program KB yang mempengaruhi masyarakat untuk melakukan praktek aborsi.
Dari penelitiannya, terungkap untuk penyebab kasus bunuh diri di Bali dikarenakan pertama gangguan jiwa berat atau depresi, hubungan yang tidak baik dengan keluarga atau kerabat, kesehatan yang tidak kunjung sembuh dan terakhir faktor ekonomi.
Metodenya dalam ilmu psikiatri yang menggabungkan meditasi dan budaya (mind, body, spirit) dan berdasarkan komunitas (community based) tergolong nyeleneh, membawa Prof DR Dr Luh Ketut Suryani SpKj, mendirikan Suryani Institute for Mental Health (SIMH) pada tahun 2005 lalu.
Didasari keyakinan bahwa penanganan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) tidak hanya ditangani dengan obat, tetapi juga memperbaiki mental dan kejiwaan ODGJ melalui praktek meditasi yang tujuannya untuk menyembuhkan trauma masa lampau hingga mencapai penyembuhan sendiri (self healing).
Praktik holistik Suryani yang terbilang mendukung metode 'Balian' (dukun Bali) tersebut memang tidak hanya mencakup medis, tetapi juga mencermati aspek budaya yang melingkupi kehidupan seorang pasien.
[pilihan-redaksi2]
Terbukti dari penanganan selama ini terhadap 695 pasien yang sempat ditangani dari pendanaan bantuan Gubernur, 31% mengalami kesembuhan tanpa obat, 3% sembuh tanpa perbaikan dan sisanya sembuh dengan perbaikan. Waktu yang diperlukan untuk penanganan paling pendek dari mulai 5 tahun hingga 40 tahun.
Terbukti dari penanganan selama ini terhadap 695 pasien yang sempat ditangani dari pendanaan bantuan Gubernur, 31% mengalami kesembuhan tanpa obat, 3% sembuh tanpa perbaikan dan sisanya sembuh dengan perbaikan. Waktu yang diperlukan untuk penanganan paling pendek dari mulai 5 tahun hingga 40 tahun.
Hingga saat ini dengan segala keterbatasan pendanaan, SIMH yang telah berusia 13 tahun telah berjuang untuk bertekad menepati janji bagi relawan serta komitmen terhadap masyarakat yang memerlukan bantuan dalam penanganan ODGJ.
"Fokus kami ke depan adalah bagaimana perempuan mempunyai peran yang besar dalam menciptakan generasi yang bahagia dan hebat di masa depan," ungkapnya belum lama ini dalam perayaan sederhana memperingati 13 tahun SIMH di Denpasar.
Disamping itu, melalui cara pencegahan (preventif), Suryani menyadari lebih efektif daripada hanya menangani setelah terjadi gangguan kejiwaan. Begitupun juga dengan penanganan kasus bunuh diri selama ini diupayakan karena tingkatnya semakin mengkhawatirkan di Bali. (bbn/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8476 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5827 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3651 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2480 Kali
05
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026