Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Tahun Kuda Api Penuh Energi, TITD Ling Gwan Kiong Buleleng Matangkan Persiapan Imlek
beritabali/ist/Tahun Kuda Api Penuh Energi, TITD Ling Gwan Kiong Buleleng Matangkan Persiapan Imlek.
BERITABALI.COM, BULELENG.
Umat Tionghoa di Kabupaten Buleleng mulai melakukan berbagai persiapan menyambut Tahun Baru Imlek 2577 di Tempat Ibadah Tri Darma (TITD) Ling Gwan Kiong, Pelabuhan Tua Buleleng. Sejumlah tradisi dan ritual keagamaan dipastikan akan digelar dalam perayaan Imlek tahun shio Kuda Api ini.
Humas TITD Ling Gwan Kiong, Gunadi Yetial, ditemui Senin (2/2), mengatakan rangkaian perayaan Imlek akan diawali pada Selasa (10/2) dengan persembahyangan mengantar para dewa naik ke langit. Ritual ini menjadi bagian penting dalam tradisi menyambut tahun baru menurut penanggalan Tionghoa.
Selanjutnya, pada Rabu (11/2), umat akan melaksanakan pembersihan patung dewa-dewi, altar, serta benda-benda sakral yang ada di klenteng. Kegiatan ini dimaknai sebagai simbol penyucian diri dan tempat ibadah sebelum memasuki tahun baru.
Perayaan puncak Imlek akan berlangsung pada Senin (16/2) sejak pagi hingga dini hari. Rangkaian kegiatan meliputi sembahyang bersama untuk menutup akhir tahun atau melepas tahun Ular, pementasan barongsai dan liong, sembahyang pergantian tahun, hingga menyalakan kembang api.
Baca juga:
Parade Nusantara Festival Imlek Bersama 2025 di Denpasar, Perayaan Keberagaman dan Harmoni
"Persembahyangan dan ritual tetap dilaksanakan seperti sedia kala, dipimpin oleh rohaniawan. Saat pergantian tahun, kami akan menyalakan kembang api yang maknanya untuk mengusir roh-roh jahat, agar di tahun yang baru ini kekuatan negatif bisa ditekan, yang positif tumbuh lebih baik lagi," jelasnya.
Gunadi menambahkan, pada tahun shio Kuda Api ini terdapat beberapa shio yang diperkirakan mengalami chiong atau kurang beruntung. Untuk chiong besar dialami shio kuda dan tikus, sementara chiong kecil dialami shio ayam dan kelinci.
Bagi umat yang mengalami chiong, biasanya akan melaksanakan ritual Ci Suak atau sembahyang tolak bala. Ritual ini bertujuan memohon perlindungan agar terhindar dari pengaruh buruk sepanjang tahun berjalan. "Ci Suak ini upaya kita, memohon kepada para Dewa dan Tuhan Yang Maha Esa untuk meminimalisir pengaruh buruk yang datang di tahun kuda api ini," ujarnya.
Sementara itu, Ketua PTITD SHB dan GLK, Wirasanjaya, menyampaikan bahwa persembahyangan untuk memohon petunjuk peruntungan di tahun shio Kuda Api sejatinya baru dapat dilakukan pada Selasa (16/1) dini hari. Ia menyebut shio Kuda Api memiliki simbol tenaga dan energi yang sangat kuat sehingga memerlukan pengendalian diri.
"Sekarang tergantung manusianya, bisa mengendalikan atau tidak. Kalau tidak, bisa membakar semua. Di perekonomian, diprediksi siapa yang punya integritas dan tenaga yang kuat, niscaya berhasil. Persaingan hidup juga keras," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3795 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1741 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang