Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Tak Jadi Pawang Hujan di WSBK 2023, Rara Fokus "Handle" Tambang
BERITABALI.COM, NTB.
Di World Superbike (WSBK) 2023, Rara 'pawang hujan' Istiati Wulandari tidak dilibatkan untuk mengamankan cuaca di event internasional ini.
Menanggapi soal Rara mengaku bahwa dirinya memang tidak mau bertugas secara resmi di Sirkuit Mandalika. Dia lebih memilih mengambil tugas untuk persiapan pengaspalan Mandalika.
“Sejak persiapan WSBK 2022 juga aku sudah tidak mau bertugas secara resmi di-hire (pekerjakan) oleh PT PP yang saat ini mengontak aku buat persiapan pengaspalan di Mandalika yang saat itu pengolahan biji aspalnya di Lampung yang akan dibawa ke Mandalika. Estimasi pengaspalan itu 14 hari,” tulis Rara melalui Instagram @rarapawang_cahayatarotindigo.
Rara mengatakan memang dirinya fokus menghandle tambang, sehingga tidak mau fokus lama di lokasi sirkuit.
“Aku menolak tidak mau handle lama ke lokasi saat itu karena fokus handle tambang batubara dan handle kegiatan kenegaraan seperti yang biasa aku lakukan…,” tulisnya.
“Pawang hujan kan bisa jarak jauh. Pawang hujan menggunakan telepati energi doa dan happy,” ujarnya.
Rara mengatakan, saat pengaspalan di Mandalika, dirinya membantu secara gratis karena wujud cintanya dengan Indonesia.
“Faktanya selama dua minggu pengaspalan berjalan lancar cerah,” katanya.
Dia mengatakan tidak perlu lagi membantu di Sirkuit Mandalika, karena nilai kontrak tambang sudah cukup untuknya. Apalagi saat menjadi pawang hujan di Mandalika, Rara mendapatkan “bonus” viral di media sosial.
“Aku enggak mau di-hire secara resmi untuk handle event di Mandalika mengingat saat MotoGP di Mandalika aku sudah dapat bonus besar yaitu viral tranding 1 dunia, bisa masuk tv Dorna,” ujarnya.
Rara juga menjelaskan WSBK 2022 tahun lalu dia sengaja datang ke Mandalika karena rindu suasana di bawah langit Mandalika.
Sebelumnya Komandan Lapangan WSBK Mandalika 2023, Jamaluddin Maladi mengatakan Rara tidak digunakan sebagai pawang hujan karena pernah gagal menangani hujan saat MotoGP 2022.
"Pawang hujan memang tiap event menggunakan pawang. Itu memang tradisi kita. Kami tidak memakai Rara, karena saat MotoGP 2022 Rara tidak bisa menghentikan hujan,” kata Jamaluddin Maladi menjawab pertanyaan awak media Jumat kemarin.
Jamaluddin mengatakan saat ini penyelenggara cukup dengan menggelar istigosah dan doa agar WSBK berjalan lancar.
“Coba waktu itu sukses, pasti tiap tahun kita pakai Rara. Kita cukup doa-doa lah. Kita sudah istigosah, undang Tuan Guru,” ujar Kadis Pariwisata NTB.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3790 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1736 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang