Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 15 Mei 2026
Tak Punya Kaki dan Tangan, Ketut Raka Ikut Latihan Silat PSHT
Selasa, 4 Desember 2018,
10:58 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Beritabali.com, Nusa Penida. Keterbatasan fisik tidak menjadi halangan bagi seorang perempuan di pulau Nusa Penida Bali untuk menjalani aktivitas dan hobi. Meski tidak memiliki tangan dan kaki sejak lahir, namun perempuan bernama Ketut Raka ini tertarik ikut latihan pencak silat.
[pilihan-redaksi]
Dengan kursi roda, Ketut Raka diantar kerabatnya datang ke lapangan umum Sampalan Nusa Penida hari Minggu (2/12) untuk ikut kegiatan latihan pencak silat. Meski tidak bisa mengkuti latihan gerak lahir atau fisik pencak silat seperti peserta lainnya, namun perempuan asal Banjar Kelemahan, Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida, kabupaten Klungkung ini masih bisa mengikuti seluruh proses latihan silat dan berlatih gerak bathin. Lewat latihan bathin ini, Ketut Raka mempelajari aneka gerakan silat mulai memukul, menendang, menangkis, dan berbagai gerak silat lainnya.

Ketut Raka mendapat informasi tentang olah raga pencak silat PSHT dari temannya di desa. Meski memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, Ketut Tetap bersemangat untuk ikut berlatih pencak silat bersama peserta lainnya dari Pulau Nusa Penida.
"Saya dapat informasi dari Gede Mahesa (Ketua Ranting PSHT Nusa Penida) tentang silat ini, saya kemudian ikut, meski tidak bisa lakukan gerak fisik, tapi saya bisa melakukan olah rasa, olah bathin bersama teman-teman lain," ujar perempuan 33 tahun ini.
Ketut mengaku ikut pencak silat untuk tujuan kesehatan dan menambah teman. Apalagi di perguruan PSHT ini menjunjung tinggi semangat persaudaraan yang kuat antar sesama warga.

Menurut pihak perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate atau (PSHT), program latihan untuk penyandang disabilitas memang sudah ada sejak dulu di perguruan ini.
[pilihan-redaksi2]
"Sudah ada sejak dari dulu, memang sudah diijinkan oleh para pendiri perguruan, tidak ada diskriminasi atau pembedaan terhadap warga penyandang disabilitas untuk bisa ikut latihan pencak silat di perguruan ini. Jika tidak bisa melakukan latihan lahir atau fisik, bisa mengikuti latihan bathin, dan ini sudah ada sejak dulu di PSHT dan kini juga ada di Nusa Penida, semoga nanti ada yang lain (penyandang disabilitas) bergabung di sini," ujar makmun Murad AS, Wakil Korwil PSHT Bali yang juga perwakilan PSHT Pusat Madiun.
Sosok Ketut Raka menjadi inspirasi bagi warga pulau Nusa Penida khususnya para generasi muda di sana. Meski memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, Ketut Raka memberi contoh agar tidak mudah menyerah dan putus asa dalam menjalani kehidupan. [bbn/psk]
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1317 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1012 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 851 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 759 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026