Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Takut Digantung Geng Narkoba, Warga Meksiko Ngungsi ke AS
amerika
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, California. Ribuan warga Meksiko memilih mengungsi ke Amerika Serikat (AS) karena takut nasib mereka berakhir seperti warga lainnya, digantung di jalanan oleh geng narkoba, The knights Templar.
Daily News, Rabu (23/10/2013), memberitakan, dalam sembilan bulan terakhir, sebanyak 23 ribu orang meninggalkan Meksiko untuk mencari keselamatan di AS. Bisa jadi, ada alasan lain mereka bermigrasi ke AS, namun yang pasti teror di sebuah kota di Meksiko telah membuat siapapun yang tinggal di sana ketar-ketir.
Dalam sebuah foto esklusif yang diperoleh Daily News, misalnya, terlihat empat orang warga tewas digantung di gerbang kota Limon de la Luna di Michoacan, Meksiko, sebagai peringatan kepada warga kota untuk tidak membangkang kepada geng narkoba, The Knights Templar.
Empat warga itu berasal dari satu keluarga yakni, seorang perempuan hamil, gadis berusia 19 tahun, seorang mahasiswa, dan satu orang lagi guru SMA yang juga suami perempuan hamil itu. Dalam gambar tampak mereka mati tergantung di gerbang kota disaksikan warga kota lainnya.
Cara membunuh warga seperti itu biasa dilakukan oleh geng narkoba dan perbuatan itu dipercaya dilakukan oleh Knights Templar. Pernah pula, ada warga yang dibunuh dan digeletakkan di jalanan kota tanpa kepala. Ada pula mayat yang didudukkan di sebuah kursi dan dipajang di pinggir jalan tanpa ada orang yang berani mengusiknya. Di dadanya, tertulis pesan bahwa ia mati karena menentang geng narkoba sadis itu.
Salah seorang warga yang lari ke AS adalah Antonio Chavez. Ia tidak tahan lagi hidup dalam ketakutan dari teror Knights Templar yang terus menerus mendatangi tokonya. Mereka biasa datang ke toko itu lalu minum-minum dan pergi begitu saja tanpa membayar.
Geng narkoba itu menguasai kota kecil La Ruana. DI kota tempat tinggal Chavez itu, geng tersebut biasa meminta upeti US$150 setiap bulan sebagai fee atas musik yang dimainkan di ponsel miliknya untuk menghibur pelanggan.
“Setahun lagi saya tinggal di sana pasti tidak akan selamat,” kata Chavez yang kini tinggal di Los Angeles County, kepada Daily News.
Menurut Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, lebih dari 23 ribu warga Meksiko meminta perlindungan politik dalam sembilan bulan terakhir. Jumlah itu empat kali lipat lebih banyak dibandingkan tahun 2009. [bbn/inilah.com]
Reporter: -
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang