Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
Tanpa Sebab, Sopir Gantung Diri
Beritabali.com, Singaraja
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tanpa sebab musabab, seorang sopir bernama Gede Widiadnya (40) asal Banjar Dinas Mawar, Desa Tukadsumaga, Kecamatan Gerokgak, nekad gantung diri dengan menggunakan tali plastic warna biru dengan ukuran 55 centimeter di pohon jati dekat rumahnya, Senin (18/10) sekitar pukul 15.00 wita.
Informasi yang sempat dikumpulkan menyebutkan kali pertama korban gantung diri diketahui oleh saksi, Ketut Suma yang sedang melintas. Dia kaget menemukan korban yang sudah dalam kaku tergantung dipohon jati.
Adanya penemuan tersebut membuat korban histeris berteriak meminta tolong kepada tetangga yang ada di sekitar dan melaporkan hal tersebut ke Polsek Gerokgak.
Menurut juru bicara polres buleleng Kompol N. Sukasena saat dikonfirmasi, Selasa (19/10) siang membenarkannya. Dia mengatakan, korban murni gantung diri karena ditemukan ciri-cirinya, yakni leher yang keras akibat jeratan tali, anus mengeluarkan kotoran serta kemaluan mengeluarkan sperma.
Lebih jauh menurut Sukasena dengan adanya gantung diri yang dilakukan seorang sopir tersebut setelah dilakukan pengecekan ditubuh korban tidak dikatemukan tanda-tanda kekerasan dan motif bunuh diri yang dilakukan korban masih dalam penyelidikan.
Tidak ada tanda tanda kekerasan. Murni gantung diri. Untuk penyebabnya masih kiat selidiki,bebernya, pada Selasa (19/10). (Spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5449 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3470 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2300 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1098 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan