Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Telepon Diganti, Warga Mengeluh
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Ternyata penggantian sesuatu tidak selamanya membuat menjadi lebih baik. Hal ini terjadi pada penggantian telepon terhadap sejumlah telepon rumah milik pelanggan di wilayah luar Kota Negara. Warga yang diganti teleponnya dari telepon kabel ke telepon nirkabel mengeluh lantaran telepon yang baru tersebut suaranya tidak sejernih telepon rumah sebelumnya (sinyal putus-putus).
Dari informasi yang dikumpulkan, penggantian telepon ini dilakukan di sejumlah pelanggan di luar Kota Negara, seperti Melaya, Tuwed, Candikusuma, Ekasari di Kecamatan Melaya dan Pekutatan, Pangyangan, Gumbrih hingga Yehembang di Kecamatan Mendoyo. Sebagai penggantinya, ratusan pelanggan ini diberikan telepon rumah nirkabel secara cuma-cuma.
Tentunya hal tersebut memancing keheranan pelanggan lantaran diinformasikan kalau ijin telepon rumah itu tidak ada, padahal mereka sudah menggunakan telepon tersebut sudahpuluhan tahun dan pembayarannya tidak pernah terlambat.
“Kalau dulu suaranya jernih, sekarang nggak bisa nyahut. Kualitasnya jauh dari telepon rumah sebelumnya,” ujar salah satu pelanggan. Selain putus-putus, pelanggan yang memiliki mesin faximile dan pengguna internet tidak terlayani lagi.
Sementara saat dikonfirmasi Selasa (21/4), pihak Telkom Negara yang diwakili oleh Supervisor Gilimanuk, Nyoman Purna membenarkan pemutusan ini. Menurut Purna telepon rumah yang sebelum diganti ini menggunakan sistem rural yang
mempergunakan antena dengan ketinggian 32 meter.
“Penggantian tersebut lantaran alat-alat sistem rural ini sudah tua sehingga suku cadangnya sulit didapat. Selain itu, ijin operasi telepon rumah yang berkabel tidak ada,”terangnya.
Alasan lainnya, imbuh Purna, sejak awal April ini ada peraturan baru yang mengharuskan Telkom pindah frekuensi lantaran frekuensi 2,4 MHz sudah dibuka untuk umum. “Untuk layanan faximile dan internet atau wartel kami mengharapkan masyarakat maklum lantaran telepon yang baru itu berbasisvoice bukan data. Kita masih menunggu tanggapan dari atas (Denpasar,red),” katanya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3919 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3090 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2113 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2057 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun