Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Telepon Diganti, Warga Mengeluh
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Ternyata penggantian sesuatu tidak selamanya membuat menjadi lebih baik. Hal ini terjadi pada penggantian telepon terhadap sejumlah telepon rumah milik pelanggan di wilayah luar Kota Negara. Warga yang diganti teleponnya dari telepon kabel ke telepon nirkabel mengeluh lantaran telepon yang baru tersebut suaranya tidak sejernih telepon rumah sebelumnya (sinyal putus-putus).
Dari informasi yang dikumpulkan, penggantian telepon ini dilakukan di sejumlah pelanggan di luar Kota Negara, seperti Melaya, Tuwed, Candikusuma, Ekasari di Kecamatan Melaya dan Pekutatan, Pangyangan, Gumbrih hingga Yehembang di Kecamatan Mendoyo. Sebagai penggantinya, ratusan pelanggan ini diberikan telepon rumah nirkabel secara cuma-cuma.
Tentunya hal tersebut memancing keheranan pelanggan lantaran diinformasikan kalau ijin telepon rumah itu tidak ada, padahal mereka sudah menggunakan telepon tersebut sudahpuluhan tahun dan pembayarannya tidak pernah terlambat.
“Kalau dulu suaranya jernih, sekarang nggak bisa nyahut. Kualitasnya jauh dari telepon rumah sebelumnya,” ujar salah satu pelanggan. Selain putus-putus, pelanggan yang memiliki mesin faximile dan pengguna internet tidak terlayani lagi.
Sementara saat dikonfirmasi Selasa (21/4), pihak Telkom Negara yang diwakili oleh Supervisor Gilimanuk, Nyoman Purna membenarkan pemutusan ini. Menurut Purna telepon rumah yang sebelum diganti ini menggunakan sistem rural yang
mempergunakan antena dengan ketinggian 32 meter.
“Penggantian tersebut lantaran alat-alat sistem rural ini sudah tua sehingga suku cadangnya sulit didapat. Selain itu, ijin operasi telepon rumah yang berkabel tidak ada,”terangnya.
Alasan lainnya, imbuh Purna, sejak awal April ini ada peraturan baru yang mengharuskan Telkom pindah frekuensi lantaran frekuensi 2,4 MHz sudah dibuka untuk umum. “Untuk layanan faximile dan internet atau wartel kami mengharapkan masyarakat maklum lantaran telepon yang baru itu berbasisvoice bukan data. Kita masih menunggu tanggapan dari atas (Denpasar,red),” katanya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan