Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Temesi Siap Luncurkan Desa Eco Sirkular Pengolah Sampah
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Desa Temesi, Kecamatan Gianyar, bersiap meluncurkan program inovatif bertajuk Temesi Circular Eco Village pada Juni mendatang. Konsep ini menjadi terobosan dalam pengelolaan sampah berbasis keberlanjutan dengan mengintegrasikan aspek lingkungan, ekonomi, dan wisata edukasi dalam satu kawasan terpadu.
Kepala Desa Temesi, I Ketut Branayoga, mengungkapkan bahwa persiapan peluncuran program saat ini terus dimatangkan, menyusul terbitnya Surat Keputusan (SK) Bupati terkait pembentukan program Bentang Bang Sampah Induk (BSI) Temesi Bersemi.
“Saat ini kami sedang mempersiapkan berbagai hal, termasuk tindak lanjut pengolahan sampah plastik yang nantinya tidak hanya dari Desa Temesi, tetapi juga dari beberapa desa di Kecamatan Gianyar,” ujarnya.
Temesi Circular Eco Village merupakan konsep kawasan yang mengedepankan prinsip ekonomi sirkular, yakni mengolah sampah—terutama plastik—menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi. Program ini berpusat di fasilitas TPS 3R Desa Temesi yang akan dikembangkan menjadi pusat produksi sekaligus edukasi lingkungan.
“Intinya, kami tidak lagi membuang sampah, tetapi mengolahnya menjadi manfaat. Sampah dipilah, diproses, lalu dijadikan produk yang bisa dijual. Hasilnya kembali ke masyarakat,” jelas Branayoga.
Produk yang dihasilkan nantinya meliputi berbagai barang seperti meja, kursi, papan plastik daur ulang, hingga produk suvenir ramah lingkungan.
Menurut Branayoga, potensi sampah plastik di wilayah Gianyar sangat besar, terutama karena kedekatan Desa Temesi dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Selama ini, sampah plastik dari berbagai wilayah hanya melintas tanpa dimanfaatkan secara optimal.
“Dengan konsep ini, kami ingin memastikan plastik tidak lagi keluar dari wilayah kami, tetapi diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi,” tegasnya.
Program ini juga diproyeksikan mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Pada tahap awal produksi, diperkirakan dapat menyerap sekitar 6 tenaga kerja, dan akan berkembang hingga lebih dari 10 orang seiring peningkatan kapasitas produksi, khususnya pada sektor pembuatan suvenir dan produk olahan.
Saat ini, Temesi Circular Eco Village belum memiliki alokasi anggaran khusus, termasuk dari BUMDes.
“Ini masih tahap awal, belum ada anggaran. Kami berharap ada dukungan dari pemerintah daerah maupun pihak lain agar program ini bisa terwujud,” ungkap Branayoga.
Ke depan, Desa Temesi juga merencanakan kerja sama lintas desa dan kelurahan di seluruh Kecamatan Gianyar guna memperluas dampak program ini. Sejumlah pertemuan tengah disiapkan untuk mematangkan skema kolaborasi tersebut.
Branayoga berharap Temesi Circular Eco Village dapat menjadi percontohan desa inovatif di Gianyar, bahkan Bali, dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
“Harapan kami, ini bisa menjadi solusi nyata persoalan sampah sekaligus mengangkat kesejahteraan masyarakat. Temesi bisa dikenal sebagai desa hijau yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3734 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1675 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang