Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 15 Mei 2026
Terancam Kehilangan Pekerjaan, Ratusan Guru Honorer di Buleleng Mesadu ke DPRD
BERITABALI.COM, BULELENG.
Ratusan guru honorer dan tenaga kependidikan di Buleleng terancam kehilangan pekerjaan. Pasalnya, Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) tidak boleh digunakan untuk membayar honorarium, mulai Desember 2025 mendatang.
Sejumlah perwakilan guru honorer itu kemudian mesadu ke DPRD Buleleng, pada Jumat (26/9). Kedatangan mereka ini diterima langsung oleh Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya.
Baca juga:
Guru Honorer Buleleng Minta Kepastian Status
Tenaga Kependidikan Perpustakaan SMP Negeri 6 Singaraja, Putu Dewi Agustini mengatakan, dirinya tidak terdata dalam Data Pokok Pendidikan (DAPODIK), sebab baru mulai mengabdi di sekolah tersebut sejak 2022.
Hal ini menyebabkan dirinya bersama ratusan guru honorer dan tenaga kependidikan lainnya, tidak dapat diangkat menjadi PPPK penuh waktu maupun paruh waktu.
Selama mengabdi di SMP Negeri 6 Singaraja, Agustini mengaku hanya menerima upah sebesar Rp 500 ribu per bulan. Upah itu diberikan oleh pihak sekolah melalui dana BOSP.
Sementara mulai Desember 2025 mendatang, pemerintah pusat melarang penggunaan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) untuk membayar honorarium. Atas kebijakan ini, sekolah pun praktis tak dapat membayar gaji mereka.
"Isunya honorer di cut mulai Desember mendatang. Kami minta solusi, dan berharap DPRD bisa memperjuangkan nasib kami kedepan," katanya.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya mengaku akan segera menyampaikan keluhan ini ke pusat. Mengingat jumlah guru maupun tenaga kependidikan yang berstatus honorer di Buleleng mencapai 438 orang.
Ia pun berharap, pemerintah bisa mencarikan solusi, mengingat ratusan guru ini telah mendedikasikan dirinya selama bertahun-tahun, untuk pendidikan di Buleleng.
"Harus dicarikan jalan keluarnya agar tidak ada kekecewaan, karena mereka sudah mengabdi cukup lama dan membantu mencerdaskan anak-anak kita. Mungkin bisa digaji lewat dana CSR, karena Buleleng juga sangat membutuhkan tenaga pendidik," jelasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1317 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1012 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 851 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 759 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik