Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Tertimbun Longsor, Sawah pada 16 Subak di Gianyar Terancam Kekeringan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Dampak hujan yang melanda wilayah Kabupaten Gianyar beberapa waktu lalu masih menyisakan persoalan. Banyak tanah longsor yang jatuh ke sungai membuat saluran irigasi Subak di wilayah Kecamatan Ubud tertimbun longsor.
Sampai saat ini longsoran itu pun belum bisa ditangani dan berdampak pada 16 subak di tiga desa mengalami kekeringan. Belasan subak yang terdampak merupakan ada di wilayah Desa Kedewatan, Desa Sayan, dan Desa Singakerta.
Salah satu Pengurus Subak Mas, Desa Sayan, I Made Pariana memaparkan saluran irigasi itu tertimbun longsor dari jembatan salah satu hotel di wilayah Desa Kedewatan.
"Dalam penanganan, pihak hotel telah berusaha melakukan pembersihan saluran irigasi, namun tebing di lokasi terus mengalami longsoran," ujar dia, Sabtu (22/7).
Petani juga berusaha gotong royong membersihkan sisa longsor. Namun butuh waktu lama karena volume longsor cukup besar.
Dengan kejadian itu, lahan persawahan seluas sekitar 400 hektar terdampak atas kekeringan tersebut. "Sekarang petani masih menunggu air dan perbaikan saluran, karena mau musim tanam," terang dia.
Sementara itu, dari petugas BPBD Gianyar pun telah berusaha melakukan penanganan di sejumlah titik longsor yang menutup saluran air.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 829 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 752 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 631 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 389 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 340 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun