Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 23 Mei 2026
Tertinggi di Bali, BOR Aglomerasi Mingguan di Klungkung Sebesar 1,01 Persen
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Rata-rata Bed Occupancy Rate atau BOR aglomerasi mingguan di Bali sebesar 1,01 persen, update data per Kamis, 23 Maret 2023. Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang saat ini sebesar 2,1 persen. Hal ini diungkap dalam data Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Klungkung adalah kabupaten di urutan pertama dengan BOR aglomerasi mingguan tertinggi sebesar 1,01 persen. Kondisi BOR aglomerasi mingguan di kabupaten ini memperlihatkan ada kemajuan dengan adanya penurunan dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat 1,05 persen.
Baca juga:
BOR di RSUD Karangasem Hanya 13,10 Persen
Sebaliknya untuk Karangasem, data Kementerian Kesehatan memperlihatkan BOR aglomerasi mingguan sebesar 1,01 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya yang baru 1,05 persen. Di urutan berikutnya kota Denpasar. Kabupaten di provinsi Bali ini mencatatkan BOR aglomerasi mingguan sebesar 1,01 persen.
Jembrana dan Buleleng berada di posisi selanjutnya dengan catatan BOR aglomerasi mingguan sebesar 1,01 persen dan 1,01 persen.
Baca juga:
Pemprov Bali Konversi BOR Seluruh RS Rujukan
Secara nasional, rata-rata BOR aglomerasi mingguan di 34 provinsi saat ini mulai terlihat turun dibandingkan kondisi seminggu yang lalu yang baru di angka 2,1 persen. (sumber: katadata)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2019 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1855 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1375 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1253 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah