Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Tikus Mengganas, Produksi Gabah Anjlok
Tabanan
Rabu, 2 Juli 2008,
16:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Serangan hama tikus di sejumlah subak di Tabanan berakibat fatal. Akibat serangan "jero ketut" ini, produksi gabah di Tabanan merosot tajam.
Musim panen kali ini produksi gabah menurun mencapai 1000 ton atau sekitar 0,83 persen. Sedangkan kecamatan Tabanan diprediksi mengalami kerugian terbesar yakni mencapai 326,83 ton, disusul Penebel 222 ton, dan Baturiti 202 ton.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Tabanan I Nyoman Sunarta, Rabu (2/7) . Menurutnya, selain hama tikus penyebab merosotnya produksi gabah di Tabanan adalah penggerek batang , wereng coklat, tungro, dan kresek.
Serangan tikus menggganas di daerah bagian utara seperti Marga, Tabanan utara, Baturiti dan Penebel.
" Pada bulan Januari lalu sebanyak 55 hektar lahan pertanian diserang tikus. Februari serangan semakin meningkat menjadi 136 hektar. Sedangkan di Bulan Maret 261 hektar lahan sawah diserang hama tikus," beber Sunarta.
Pada bulan April dan Mei, serangan tikus sempat menurun masing-masing 73 hektar dan 51 hektar, di pertengahan Juni tikus menyerang 34 hektar sawah.
Meski telah melalukan berbagai upaya seperti pemasangan umpan, pengropyokan, serta menyarankan kepada subak untuk melakukan upacara agama, namun serangan tikus tetap saja ada.
Selain itu juga dibagikan pestisida pada masing-masing subak yang terserang berupa pyton, rantgon, maupun belerang.
"Meski demikian serangan hama tikus tetap saja mengganas,
walaupun pada beberapa lokasi sudah ada perubahan," terang Sunarta. (nod)
Musim panen kali ini produksi gabah menurun mencapai 1000 ton atau sekitar 0,83 persen. Sedangkan kecamatan Tabanan diprediksi mengalami kerugian terbesar yakni mencapai 326,83 ton, disusul Penebel 222 ton, dan Baturiti 202 ton.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Tabanan I Nyoman Sunarta, Rabu (2/7) . Menurutnya, selain hama tikus penyebab merosotnya produksi gabah di Tabanan adalah penggerek batang , wereng coklat, tungro, dan kresek.
Serangan tikus menggganas di daerah bagian utara seperti Marga, Tabanan utara, Baturiti dan Penebel.
" Pada bulan Januari lalu sebanyak 55 hektar lahan pertanian diserang tikus. Februari serangan semakin meningkat menjadi 136 hektar. Sedangkan di Bulan Maret 261 hektar lahan sawah diserang hama tikus," beber Sunarta.
Pada bulan April dan Mei, serangan tikus sempat menurun masing-masing 73 hektar dan 51 hektar, di pertengahan Juni tikus menyerang 34 hektar sawah.
Meski telah melalukan berbagai upaya seperti pemasangan umpan, pengropyokan, serta menyarankan kepada subak untuk melakukan upacara agama, namun serangan tikus tetap saja ada.
Selain itu juga dibagikan pestisida pada masing-masing subak yang terserang berupa pyton, rantgon, maupun belerang.
"Meski demikian serangan hama tikus tetap saja mengganas,
walaupun pada beberapa lokasi sudah ada perubahan," terang Sunarta. (nod)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3819 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1764 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026