Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 6 Agustus 2026
Tim Kesenian Jembrana Tampilkan Fragmentari Petung Agung
Minggu, 4 November 2018,
17:35 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Tim kesenian Pemkab Jembrana membawakan fragmentari Petung Agung dalam pagelaran pesona budaya Provinsi Bali bertempat di anjungan Bali TMII Jakarta, Sabtu (3/11).
Fragmentari ini menggambarkan sekelompok masyarakat yang mencari bambu untuk membuat alat musik, namun tanpa mengindahkan aturan alam yang diyakini oleh masyarakat Bali. Diiringi gamelan jegog yang merupakan alat musik khas dari Jembrana, pementasan kali ini mampu menghibur penonton yang memadati penonton anjungan Bali TMII. Sebagian dari mereka adalah warga Bali dari Jembrana yang tinggal di Jakarta.
Pertunjukan berdurasi 1 jam itu seakan menghapus rasa kerinduan akan kampung halaman. Istimewanya, hadir menyaksikan Menteri Koperasi UKM AAN Puspayoga, Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Jembrana I Putu Artha bersama Wabup Kembang Hartawan, duta besar serta perwakilan dari negara sahabat serta masyarakat umum pengunjung TMII.
Kegiatan Pesona Budaya sendiri merupakan kegiatan rutin yang digelar pihak TMII untuk memfasilitasi seluruh kabupaten di Indonesia mempromosikan potensi daerahnya,khususnya seni dan budaya. Pementasan Jembrana kali ini didukung ratusan seniman yang merupakan kolaborasi dari berbagai sanggar seni Jembrana.
Aksi juga menampilkan tarian ikon Jembrana sebagai sambutan selamat datang Tari cempaka putih. Disusul Tari Luwihning Paksi menggambarkan kehidupan satwa langka “Burung Jalak Putih” yang hanya bisa ditemukan di Taman Nasional Bali Barat,dengan keindahan bulu bulunya.
Berikutnya Tari jejangeran yang menggambarkan dinamisnya pergaulan anak anak muda, disusul tari kreasi Tua Tua Keladi. Tari ini juga banyak mendapatkan apresiasi,menghibur serta mengundang tawa penonton,dimana berbagai gerak tarinya secara polos menangkap adanya fenomena sosial dimasyarakat.Perilaku orang tua yang terkadang makin tua justru makin "nakal". Usia tua yang dipandang lemah tak berdaya justru merupakan kekuatan dengan segudang pesona dan kelebihannya.
Pertunjukan kali ini juga menghadirkan momen langka yakni kolaborasi jegog jembrana dengan Ny Suastini Koster,yang berkolaborasi membawakan musikalisasi pusi berjudul Kumbakarna. Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya sangat mengapresiasi pertunjukan budaya dalam pagelaran Pesona Budaya Bali Kabupaten Jembrana. Menurutnya kebudayan harus dilestarikan sehingga dapat bermanfaat demi kesejahteraan masyarakat.
Pertunjukan ini juga disebutnya akan mendekatkan kesenian dengan masyarakat luas, khususnya warga Jakarta. "Berbagai keragaman budaya merupakan kebhinnekaan namun tetap mempersatukan. Mengingatkan kita untuk senantiasa menghargai kebudayaan indonesia yg adiluhung," kata Gubernur Bali Wayan Koster.
Sementara Bupati Jembrana I Putu Artha berharap pagelar pesona budaya bali ini mampu mengenalkan Jembrana sebagai daerah yang kaya akan seni dan budaya. Bahkan, kabupaten Jembrana sebagai daerah ujung barat juga memiliki seniman kreatif yang senantiasa melestarikan nilai nilai budayanya, alam yang tak kalah indahnya serta didukung pendukung lainnya sehingga potensial sebagai target wisata.
Berita Premium
Reporter: Diskominfo Buleleng
Berita Terpopuler
01
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3349 Kali
02
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1305 Kali
03
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 917 Kali
04
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 838 Kali
05
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 676 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026