Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Tim SAR Evakuasi 3 Nelayan Kehabisan Bensin di Perairan Pantai Geger
BERITABALI.COM, BADUNG.
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 3 orang nelayan yang jukungnya mengalami mati mesin di Perairan Pantai Geger, Nusa Dua, Minggu (2/5/2021).
Kejadian tersebut berawal ketika mereka sedang mencari ikan, namun tiba-tiba mesin mati sekitar pukul 13.10 WITA.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) mendapatkan laporan permintaan evakuasi kurang lebih 1 jam setelahnya.
"Kami terima informasi dari pemilik jukung sekitar pukul 14.20 WITA, meminta bantuan untuk pencarian," jelas Gede Darmada, S.E., M.A.P. selaku Kepala Kantor Basarnas Bali.
Dalam keterangannya menyebutkan perkiraan posisi jukung berada di selatan Uluwatu. Identitas ketiga nelayan yakni atas nama Budiana (41), Tedy (53), Purnomo (29) dan merupakan warga Denpasar.
Sebanyak 9 orang rescuer diberangkatkan menuju Pelabuhan Benoa untuk pergerakan Rigit Inflatable Boat (RIB). Pukul 14.40 WITA tim sudah berangkat ke lokasi pencarian dan tak lama kemudian target berhasil ditemukan.
"Tim menemukan target pada posisi 8°49'217"S - 115°13'521"E dalam keadaan selamat pada pukul 15.05 WITA," ungkapnya.
Selanjutnya mereka dibawa menuju pelabuhan Benoa beserta jukungnya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4507 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2322 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1968 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1592 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun