Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 14 Juni 2026
Tokoh Spiritual Unjuk Kesaktian Cari Komang Ayu di Lokasi Kejadian
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Ni Komang Ayu Ardani, 37, pengendara sepeda motor yang kecelakaan tunggal masuk jurang di jembatan Jalan Gunung Sari, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Kamis (18/3) hilang misterius.
Pencarian korban sudah memasuki hari keenam hingga Rabu (24/3). Namun tim gabungan Basarnas, BPBD Gianyar dan instansi terkait belum menemukan korban. Pencarian dilakukan sekala niskala. Bahkan sejumlah tokoh spiritual unjuk kesaktian dengan mendatangi langsung lokasi kejadian.
Sementara pihak keluarga juga menempuh jalan niskala. Bertanya ke orang pintar dan menghaturkan sesajen. Pihak keluarga sampai heran, korban hilang selama ini tanpa muncul tanda apapun. Seperti diungkapkan ipar korban, I Wayan Sumirat.
"Tak habis pikir, tanda-tanda tidak ada. Misal kemungkinan terburuk, meninggal di air seharusnya kan sudah naik setelah sekian hari," ujarnya heran saat ditemui pada Rabu (24/3).
Pihak keluarga pun hanya bisa berharap pencarian korban bisa segera membuahkan hasil. "Kami harap bisa ditemukan. Dalam kondisi apapun," ujarnya.
Keanehan lain juga dirasakan tim pencari korban. Bahwasanya sepanjang aliran yang disisir, tidak tercium bau busuk. Kalaupun ada, bau busuk tersebut berasal dari bangkai hewan.
"Yang ditemukan itu bervariasi, bangkai anjing, biawak, ada juga bangkai babi," terang Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar IGN Dibya Presasta.
Dalam kejadian serupa, biasanya orang hanyut ke sungai akan muncul dalam hitungan ganjil. "Biasanya akan muncul di hari ke 3,5, atau 7. Kalau ini belum ada tanda-tanda," ujarnya.
Kata Dibya Presasta, kemungkinan pencarian terakhir akan dilakukan pada Kamis (25/3). Pihaknya pun berharap, jika ada masyarakat menemukan sesuatu terkait peristiwa ini segera menghubungi BPBD Gianyar.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli