Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Tradisi Ziarah Warga Muslim di Loloan Timur
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com. Negara. Perayaan hari pertama Idul Fitri 1434 Hijriah di Jembrana diisi dengan sholat ied di masing masing masjid oleh masyarakat muslim di loloan timur. Setelah usai melakukan sholat ied, mereka langsung berziarah ke makam bugis setempat untuk mendoakan arwah keluarga atau kerabat yang telah mendahuinya.
Ziarah yang dilakukan warga muslim di Kelurahan Loloan Timur tersebut merupakan tradisi warga muslim keturunan bugis yang diwariskan turun temurun oleh nenek moyangnya.
Kedatangan mereka ke tempat pemakaman selain untuk membersihkan rumput di atas makan, juga untuk mendoakan arwah keluarga agar didiberikan tempat disisi Allah. Seperti yang dituturkan salah satu penziarah asal Loloan timur Ibu Cakra, mereka setiap Hari Raya Idul Fitri selalu datang ke pemakaman Kakeknya untuk mendoakan agar diberi tempat yang layak disisiNya." Saya tiap habis Sholat Ied selalu ziarah ke makam untuk berdoa," ungkapnya.
Sebelum berdoa, mereka terlebih dahulu membersihakn makam dan menaburkan bunga diatas liang kubur. Selain untuk berziarah, warga muslim ini sekaligus sebagai ajang silahturahmi ke sesama umat muslim yang datang ke makan setempat. (Jsp)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 835 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 755 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 679 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 390 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 354 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun