Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Trio Mas Lantunkan Lagu Pop Bali Khas "Negaroa"
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Tiga seniman asal Bali Barat mencoba menawarkan sisi unik lirik dengan logat khas Negaroa (Negara) pada penampilan perdananya.
Trio Mas yang teridiri tiga personel, yakni Sutha, Bagus Oka dan Jimmy mengambil inisiatif lirik bahasa keseharian masyarakat Jembrana.
Jimmy mengisahkan lirik lagu selain menerjemahkan bahasa Bali Barat yang identik dengan akhiran A yang kental, ciri khas adat budaya dan bahasa dituangkan oleh Bagus Oka yang juga vokalis trio Mas dengan nuansa khas Bali Barat.
"Bila yang mendengarkan secuil kalimat yang disampaikan dalam tembang tersebut, terkadang malah jadi guyonan dengan dialek logat kental Bali Barat atau orang menyebutnya Negaroa," lugasnya.
Jimmy juga menjabarkan, dikisahkan dari batas Bali Barat di ujung timur antara Kabupaten Tabanan, Desa Pengragoan hingga Gilimanuk Bahasa Bali Barat khas sama tanpa ada yang berubah dari kosa katanya.
"Mereka bangga dengan bahasa khas Negaroa, sebagai anak muda ini tentu bangga lahir di tanah kelahiran, ini bahasa ibu yang tak mungkin terlupakan dari generasi ke generasi. Makanya tembang ini lahir mengalir bangga sebagai anak asli kabupaten Jembrana," ucapnya.
Video Klip dari trio ini menampilkan panorama Pesisir Yeh Leh dengan deburan ombak yang jernih. Polesan alam Bunut Bolong sebagai pesona Bali Barat yang memukau bagi wisatawan merupakan nilai lebih yang perlu ditonjolkan.
Uniknya, lirik lagu trio ini juga menyentil sajian makanan khas sambel sere (sambel terasi) Bali.
Ia juga menyampaikan, Kabupaten Jembrana yang masih asri alam, seni dan budayanya perlu terus dilestarikan, bahkan perlu inovasi bagi para pengusaha dan para pemerintah daerah agar jangan sampai kelestarian alam dan isinya musnah sehingga generasi muda hanya gigit jari menyaksikan desanya rusak.
"Corak ragam bahasa di Bali merupakan kelestarian yang takkan boleh musnah, walau sempat anak muda dengan ragam kosa kata bahasa alay. Seniman itu berkreasi dengan tembang dan kosa kata lestari untuk Bali," tegasnya.
Jimmy berharap, semoga hal ini terus diperhatikan baik pemerintah daerah dan lingkup kecil adalah desa yang terus melestarikan alam, seni dan budaya yang ada.
Terlebih, menurutnya dampak pandemi telah meluluhlantahkan Bali dari sektor pariwisatanya.
"Tapi bila dicermati dengan baik, seni bisa lahir walau di masa sulit, sehingga dunia hiburan dan pariwisata terutama di Bali bisa bangkit." harapnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3611 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1334 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 924 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 850 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 698 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun