Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Turis Amerika Ngaku Digigit Gajah di Gianyar, Lengannya Patah
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Turis perempuan asal New Hampshire, Amerika Serikat, Beth Bogar, menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Mason Elephant Park & Lodge di Ubud pekan lalu. Saat berfoto dengan gajah, Beth mengaku lengannya digigit sampai patah.
Cerita itu dia bagikan di televisi asing, VMUR TV. Dia awalnya datang bersama suaminya lalu berdiri di samping gajah untuk sesi foto. Aba-aba dari pelatih sudah diikuti.
Baca juga:
Turis Amerika ">Tabrak Motor Lalu Kabur, Turis Amerika "Dicakcak" Massa
Tiba-tiba, mulut gajah itu menyedot lengannya. “Saya tidak bisa melepaskan tangan saya, saya hanya bisa mendengar suara retakan, dan saya mulai panik,” ujar Beth.
Usai kejadian, Beth dibawa ke resor lalu diberikan es guna meredam rasa sakit. Ternyata lukanya membengkak. Dia dilarikan ke rumah sakit lebih untuk menjalani operasi darurat.
Di rumah sakit, Beth disodori USD 10.000 atau kisaran Rp 147 juta. “Selama ini (pihak resor) meyakinkan kami bahwa jangan khawatir, kami punya asuransi. Kami dapat menangani situasi ini. Kami akan menjagamu,” imbuh suami Beth. Namun Beth menyadari ada risiko apabila memasuki wilayah kebun binatang itu. “Saya hanya ada sedikit bantuan,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 855 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 787 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 786 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 404 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 399 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun