Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Turis Australia Ikut Lomba Menangkap Kucit
BERITABALI.COM, BADUNG.
Lomba menangkap belut atau ayam tentu sudah biasa. Di Pantai Kuta Bali hari ini digelar sebuah lomba unik, yakni lomba menangkap kucit atau anak babi. Lomba tak hanya diikuti warga Kuta, tapi juga wisatawan asing yang sedang berlibur di Pantai Kuta.
Sebelum lomba dimulai, seluruh kucit yang akan menjadi rebutan peserta lomba dilumuri oli. Tujuannya agar tubuh kucit semakin licin dan sulit untuk ditangkap.
Setelah memasuki arena lomba, kucit-kucit ini langsung menjadi rebutan para peserta. Peserta yang sigap dan berpengalaman dapat menangkap kucit dalam waktu yang singkat.
Suasana lomba semakin menarik dengan keikutsertaan empat turis Australia yang sedang berlibur di Pantai Kuta ini. Mereka sangat antusias meski baru pertama kali mengikuti lomba ini.
Saking semangatnya, kucit-kucit yang mereka kejar kabur keluar arena lomba. Setelah mencari di sekitar arena lomba, salah seorang peserta akhirnya berhasil menemukan seekor kucit yang kabur.
Lomba ini sangat menarik dan sangat lucu, kata Bill Allen, turis asal Australia.
Anak babi yang berhasil ditangkap langsung menjadi milik peserta. Lomba unik ini digelar untuk memeriahkan Pekan Olah Raga dan Seni, Kecamatan Kuta.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3874 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2003 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1907 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 1845 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1772 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun