Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Penyebab Kunjungan Wisatawan ke Jatiluwih Turun 20 Persen

Senin, 27 Juli 2026, 17:15 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Penyebab Kunjungan Wisatawan ke Jatiluwih Turun 20 Persen.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih di Kabupaten Tabanan mencatat penurunan kunjungan wisatawan harian sebesar 20 persen selama periode Januari hingga Juli 2026. 

Penurunan tersebut dipengaruhi berkurangnya penerbangan dari kawasan Timur Tengah ke Bali yang berdampak terhadap jumlah wisatawan mancanegara.

Manajer Operasional DTW Jatiluwih, Jhon Ketut Purna, mengatakan penurunan kunjungan ke Jatiluwih tidak terlepas dari tren menurunnya jumlah wisatawan yang datang ke Bali akibat berkurangnya frekuensi penerbangan dari Qatar, Dubai, dan Turki.

Menurutnya, secara statistik kunjungan wisatawan ke Bali memang mengalami penurunan karena jumlah penerbangan dari kawasan Timur Tengah berkurang hingga hampir 40 persen.

Ia menjelaskan, pada periode sebelumnya wisatawan dari kawasan Middle East memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap kunjungan ke Bali. Sementara itu, wisatawan yang datang ke Jatiluwih masih didominasi wisatawan asal Eropa seperti Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, serta wisatawan dari Amerika Serikat.

Namun, berkurangnya penerbangan dari kawasan Timur Tengah turut memberikan dampak terhadap jumlah kunjungan ke DTW Jatiluwih.

"Kunjugan Januari hingga Juli terjadi penurunan jumlah kunjungan harian mencapai 20% disini (DTW Jatiluwih)," jelasnya, Senin (27/7/2026) di DTW Jatiluwih, Tabanan.

Untuk mengatasi penurunan tersebut, pengelola DTW Jatiluwih sejak 2024 telah melakukan diversifikasi pasar dengan memperluas promosi ke negara-negara Asia.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil dengan meningkatnya kunjungan wisatawan asal India. Bahkan, untuk pertama kalinya Jatiluwih menerima rombongan wisatawan asal Korea Selatan.

"Kita masih mencari KPop untuk mempromosikan Jatiluwih.Ya tentu, agar lebih banyak wisman Korea berdatangan ke Jatiluwih ini," terangnya.

Selain memanfaatkan media sosial, promosi juga dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai asosiasi pariwisata untuk memperluas jangkauan pasar internasional.

"Kami bahkan lakukan promosi di media sosial, kerjasama dengan ASITS Bali hingga mengikuti Tabeltalk nasional maupum Internasional," tutup Ketut Purna.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/aga



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami