Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Penyebab Kunjungan Wisatawan ke Jatiluwih Turun 20 Persen
BERITABALI.COM, TABANAN.
Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih di Kabupaten Tabanan mencatat penurunan kunjungan wisatawan harian sebesar 20 persen selama periode Januari hingga Juli 2026.
Penurunan tersebut dipengaruhi berkurangnya penerbangan dari kawasan Timur Tengah ke Bali yang berdampak terhadap jumlah wisatawan mancanegara.
Manajer Operasional DTW Jatiluwih, Jhon Ketut Purna, mengatakan penurunan kunjungan ke Jatiluwih tidak terlepas dari tren menurunnya jumlah wisatawan yang datang ke Bali akibat berkurangnya frekuensi penerbangan dari Qatar, Dubai, dan Turki.
Menurutnya, secara statistik kunjungan wisatawan ke Bali memang mengalami penurunan karena jumlah penerbangan dari kawasan Timur Tengah berkurang hingga hampir 40 persen.
Ia menjelaskan, pada periode sebelumnya wisatawan dari kawasan Middle East memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap kunjungan ke Bali. Sementara itu, wisatawan yang datang ke Jatiluwih masih didominasi wisatawan asal Eropa seperti Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, serta wisatawan dari Amerika Serikat.
Namun, berkurangnya penerbangan dari kawasan Timur Tengah turut memberikan dampak terhadap jumlah kunjungan ke DTW Jatiluwih.
"Kunjugan Januari hingga Juli terjadi penurunan jumlah kunjungan harian mencapai 20% disini (DTW Jatiluwih)," jelasnya, Senin (27/7/2026) di DTW Jatiluwih, Tabanan.
Untuk mengatasi penurunan tersebut, pengelola DTW Jatiluwih sejak 2024 telah melakukan diversifikasi pasar dengan memperluas promosi ke negara-negara Asia.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil dengan meningkatnya kunjungan wisatawan asal India. Bahkan, untuk pertama kalinya Jatiluwih menerima rombongan wisatawan asal Korea Selatan.
"Kita masih mencari KPop untuk mempromosikan Jatiluwih.Ya tentu, agar lebih banyak wisman Korea berdatangan ke Jatiluwih ini," terangnya.
Selain memanfaatkan media sosial, promosi juga dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai asosiasi pariwisata untuk memperluas jangkauan pasar internasional.
"Kami bahkan lakukan promosi di media sosial, kerjasama dengan ASITS Bali hingga mengikuti Tabeltalk nasional maupum Internasional," tutup Ketut Purna.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3305 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 778 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 715 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman